Alasan Mau Mudik, Pemuda Ini Ambil Hape Petugas Masjid, Tertangkap Saat Jual ke Teman Korban

1088
Pesona Indonesia
Rifki, pemuda yang mengambil handphone petugas masjid menangis sambil memohon dimaafkan oleh korbannya. Foto: eggi/batampos.co.id
Rifki, pemuda yang mengambil handphone petugas masjid menangis sambil memohon dimaafkan oleh korbannya. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Seorang pemuda diamankan warga karena mengambil dua unit handphone milik Salim, petugas masjid At-Taubah di Bengkong Indah Atas. Dia diamankan warga Minggu (26/6/2016) sore.

Pria bernama Rifki berusia 25 tahun itu mengaku warga Jakarta. Ia nekat mengambil Handphone milik Salim lantaran butuh uang untuk pulang ke kampung halamannya di Jakarta.

Penangkapan Rifki terbilang unik. Bermula saat ia hendak menjual handphone hasil curiannya kepada muazin masjid Al-Fitrah Tiban Koperasi.

“Dari siang tadi dia sudah disini (mesjid). Saya juga memperhatikan gerak geriknya. Kecurigaan saya itu makin bertambah waktu orang salat. Waktu orang salat dia malah ke toilet. Selesai orang salat baru dia keluar,” ungkap muazin masjid Al-Fitrah, Jufri, Senin (27/6/2016).

Setelah Jufri dan warga lainnya selesai mengerjakan salat, pelaku pun kemudian menemui Jufri. Awalnya menawarkan salah satu handphone hasil curiannya.

“Dia nawarkan handphone nokia sama saya seharga 40 ribu. Uang itu katanya untuk beli pulsa,” kata Jufri.

Sepakat dengan harga handphone tersebut, kemudian pelaku kembali menawarkan handphone merek Lenovo hasil curian lainnya dengan seharga Rp 500 ribu.

“Dia nawarkan lagi hape Lenovo itu. Dia awalnya minta harga 500 ribu. Kemudian saya tawar 400 ribu dan akhirnya dia mau,” kata Jufri lagi.

Sepakat dengan harga kedua handphone tersebut, Jufri pun kemudian melakukan pengecekan terhadap handphone merek Lenovo yang akan dijual pelaku.

“Saat saya cek itu saya temukan foto teman saya (Salim). Setelah itu saya langsung nelpon salim dan menanyakan apakah hapenya hilang. Saat saya tanya ternyata benar, handphone dia hilang dua hari yang lalu,” ujarnya lagi.

Setelah mendapatkan kepastian bahwa handphone tersebut milik temannya semasa kuliah di IPSI. Jufri pun menunda pembayaran kepada pelaku sembari menunggu temannya datang dan menghubungi warga sekitar.

Warga yang mendapatkan kabar dari Jufri langsung mendatangi masjid Al-Fitrah untuk mengamankan pelaku dan menelepon polisi.

Sebelum polisi datang, pelaku sempat meminta maaf dan menangis sejadi-jadinya di hadapan sejumlah warga.

“Maaf kan saya pak. Saya mohon pak, saya janji gak akan ngulanginya lagi,” ungkap pelaku sambil menangis.

Sementara itu, Salim yang merupakan korban dalam aksi pencurian ini mengungkapkan pencurian ini berawal dari pelaku yang menumpang hidup di tempatnya bekerja sebagai muazin di masjid At-Taubah, Bengkong.

“Awalnya dia datang ke tempat saya dan mengaku telah kehilangan tasnya. Makanya, saya beri dia tumpangan untuk tinggal bersama saya,” ungkap Salim saat ditemui di TKP penangkapan pelaku.

Bersama Salim, pelaku sempat tinggal selama seminggu yang seluruh biayanya hidupnya ditanggung oleh Salim. Bahkan Salim juga meminjamkan uangnya sebesar Rp 700 ribu untuk biaya kepulangan pelaku ke Jakarta.

“Dia pinjam uang, katanya mau pulang ke Jakarta. Pas dia pergi itu, rupanya hape saya juga dibawa sama dia,” ujarnya.

Karena diduga mudik hanya modus, pelaku tetap diserahkan ke polisi. (eggi)

Respon Anda?

komentar