Bunga Raflesia Arnoldi jadi Ikon Bengkulu tapi Minim Perhatian

1412
Pesona Indonesia
Warga terlihat berpose di dekat bunga rafflesia. Foto: Dokumen BE/JPG
Warga terlihat berpose di dekat bunga Raflesia. Foto: Dokumen BE/JPG

batampos.co.id – Kawasan hutan lindung register 5 Bukit Daun, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) merupakan salah satu habitat puspa langka Bunga Raflesia Arnoldi.

Sayangnya, meski bunga tersebut ikon Provinsi Bengkulu, namun keberadaannya luput dari perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Benteng.

Anggota Kelompok Pelestari Rafflesia Kabupaten Benteng, Ibnu menyesalkan minimnya perhatian pemerintah terhadap bunga tersebut.

“Sejauh ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah, khususnya Pemkab Benteng untuk membantu mempromosikan Bunga Rafflesia ini. Sangat kita disayangnyan, sebab jika dekelola dengan baik, kami yakin karisma Bunga Rafflesia mampu menyihir wisawatan untuk berbondong-bondong mendatangi Kabupaten Benteng, dan pasti akan bedampak banyak, baik itu untuk menambah PAD ataupun menghidupkan roda perekonomian warga setempat,” jelas Ibnu seperti dikutip BE (Jawa Pos Group).

Ibnu mengemukakan, sejauh ini pihaknya hanya mempromosikan keberadaan bunga itu seadanya. Ia mengaku belum bisa memberikan pelayanan maksimal kepada para pengujung yang hendak melihat keindahan Rafflesia yang tengah mekar itu.

Bahkan, untuk menjaga bunga yang akan mekar selama 5-7 hari tersebut, pihaknya terus melakukan penjagaan sepanjang siang dan malam dengan menggunakan biaya pribadi, dengan mendirikan sebuah tenda sederhana yang terbuat dari terpal.

“Jika ada yang ingin melihat, kami hanya bisa mengantar tanpa bisa menjelaskan secara spesifik mengenai Bunga Rafflesia. Selain itu, promosi yang kami lakukan hanya sebatas pemberitahuan dengan menggunakan spanduk usang yang terpasang di tepi jalan. Ini semua kami buat secara swadaya tanpa uluran tangan pemerintah,”jelasnya.

Selain minim perhatian, Ibnu juga mengaku bahwa habitat Raflesia juga terancam musnah. Hal ini disebabkan semakin banyaknya aksi perambahan liar di kawasan yang menjadi habitat bunga tersebut.

“Saat ini keberadaan Bunga Rafflesia semakin terancam akibat aksi perambahan hutan lindung oleh orang tak bertanggungjawab. Pemerintah semestinya bertindak tegas. Jika tidak, generasi muda nanti tak akan bisa lagi melihat keindahan Rafflesia di Kabupaten Benteng ini,” demikian Ibnu.(jpg)

Respon Anda?

komentar