Bupati Anambas Sarankan Pemudik Lapor RT

502
Pesona Indonesia
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.

batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris menyarankan kepada seluruh masyarakat yang mudik ke kampung halamannya diharapkan dapat membuat laporan kepihak yang berkompeten seperti RT, RW. Tidak kalah penting dengan tetangga terdekat juga diperlukan untuk diberitahukan. Karena untuk pengamanan khusus selama lebaran belum ada.

“Jangan pakai tinggal saja jika pulang kampung, tentu lebih baik kasi tahu dengan warga sekitar,” Kata Abdul Haris, Minggu (26/6).

Haris, juga menghimbau masyarakat untuk memastikan seluruh lampu yang ada dirumah dapat dimatikan, cukup lampu di depan rumah saja yang di hidupkan. Tidak dipungkiri rumah padat penduduk yang dibangun oleh masyarakat sebagian dari berbahan kayu dan akan mudah terbakar.

Hal-hal yang akan mengakibatkan kebakaran perlu dihindari oleh seluruh masyarakat Anambas saat meninggalkan rumahnya dengan waktu yang cukup lama. Hal tersebut juga akan dapat membuat para pemudik merasa nyaman saat meninggalkan rumahnya.

Ia yakin jika yang disarankan dapat diikuti, tentu hal itu akan membuat kenyamanan bagi pemudik itu sendiri. Tambahnya, seluruh aparatur desa diharapkan dapat menjaga dan menjamin keamanan bagi setiap warganya. Oleh sebab itu butuh kerja sama dalam melakukan pengawasan demi terciptanya keamanan yang kondusif.

“Semua RT diharapkan agar dapat mengajak warganya untuk menjaga kampung dari perbuatan yang melanggar hukum sehingga dapat mencipatakan rasa kenyamanan warganya,” ungkapnya.

Diketahui bahwasanya setiap kali hari raya Idul Fitri, sejumlah masyarakat pendatang yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas selalu mudik. Ada yang mudik ke Kalimantan, Tanjungpinang, Batam, bahkan tidak sedikit pendatang dari daerah Jawa.

Diberitakan sebelumnya, moda transportasi laut dari Pelayaran Nasional (Pelni) seperti Kapal Bukit Raya selalu dipenuhi para penumpang. Penjualan tiket di agen selalu ludes terjual. Bukan hanya warga yang berangkat meninggalkan Anambas saja. Tapi penumpang turun ke Anambas juga padat karena banyak juga warga Anambas yang berada diluar daerah mulai mudik ke Anambas.

Namun, bukan berarti kriminalitas tidak ada ketika masyarakat meninggalkan kediamannya untuk pulang kampung. Justru hal itu perlu diantisipasi sebelum para penjahat memanfaatkan situasi lebaran tiba dan melihat rumah warga banyak yang kosong.

Aminah (35) warga desa Tarempa Barat menceritakan, tahun lalu ada satu rumah yang disatroni maling disekitar rumahnya karena ditinggal mudik tanpa memberitahukan kepada warga sekitar dan perangkat desa. Sejumlah barang elektronik didalam rumah habis di gondol maling.

“Saat kejadian warga sekitar tidak mengetahuinya tapi setelah pemudik itu kembali kerumahnya, barulah warga sekitar mengetahui adanya kemalingan, itupun setelah korban melaporkan ke pihak Rukun Tetangga (RT),” ungkapnya kepada wartawan.

Belajar dari pengalaman tersebut ia hanya dapat memberi saran kepada warga yang hendak mudik agar dapat memberitahukan kepada para tetanga sekitar dimana tempat tinggalnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar