Gubernur Rapat Terbatas Bahas Percepatan Pembangunan Natuna

Gubernur Kepri rapat terbatas dengan sejumlah kepala SKPD, Sabtu (25/6). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri rapat terbatas dengan sejumlah kepala SKPD, Sabtu (25/6). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menggelarn Rapat Terbatas (Ratas) dengan sejumlah Kepala SKPD di Gedung Daerah Tanjungpinang, , Sabtu (25/6) . Hadir dalam ratas ini Kepala Bappeda Naharudin, Kadis Pariwisata Guntur Sakti, Kadis Kelautan dan Perikanan Raja Ariza, Kadis PU Heru Sukmono, Sekretaris Dinas Distamben Darwin.

Ratas ini dilakukan untuk menjabarkan kembali hasil Ratas Gubernur dengan Presiden Jokowi saat kunjungan Kerja ke Natuna beberapa hari lalu. Intinya bagaimana mempercepat pembangunan di Natuna. Untuk selanjutnya di organisir regulasi dan kebijakannya untuk segera dilaksanakan.

“Presiden Jokowi mengatakan Natuna memiliki potensi besar yang tidak boleh disia-siakan dan menginginkan pembangunannya di gesa karena letaknya pun diperbatasan dan rawan akan konflik,” Kata Nurdin menjelaskan kembali apa yang dikatakan Jokowi waktu itu.

Dari hasil ratas dengan Presiden kemarin, Gubernur menjabarkan Prospek Ekonomi yang difokuskan di Natuna antara lain meningkatkan potensi daerah yang terpusat kepada perikanan, pariwisata dan eksplorasi pulau. Disambut pula dengan Pemkab Natuna yang menginginkan fasilitas interkoneksi seperti pembangunan jalan dan jembatan penghubung antar pulau.

Untuk perikanan agar dipermudah terkait urusan penangkapan ikan, regulasi terkait Kapal 30 GT yang selama ini pengurusannya harus ke pusat agar diminta pengurusannya oleh daerah. Selanjutnya eksplorasi pulau bahwa Natuna memiliki potensi gas yang besar maka segera diajukan ke pusat terkait eksplorasi gas.

Lalu terkait pariwisata juga harus dikembangkan karna jika wisatawan datang maka kesejahteraan masyarakat lokal juga akan terjaga. Untuk mewujudkan semua itu maka permasalahan aksesibilitas seperti ketersediaan listrik dan energi, infrastruktur berupa jalan dan jembatan, jaringan komunikasi, mengaktifkan sarana transportasi baik melalui darat, udara dan laut. Juga penginapan disana agar dapat memancing wisatawan.

“Tidak ada alasan lagi Natuna itu letaknya jauh. Kita lihat saja orang mau ke Bali yang letaknya lebih jauh, maka kita harus mendorong agar orang mau ke Natuna dengan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan tersebut juga harus menjalin hubungan yang baik dengan swasta untuk membantu mewujudkan itu,” lanjut Nurdin.

“Dengan turunnya Presiden ke Natuna memiliki prespektif bahwa Pemerintah pusat memiliki keyakinan yang tinggi untuk meningkatkan pembangunan pulau-pulau terdepan di RI maka azas manfaat lah yang perlu kita ambil untuk menyampaikan hal apa saja yang dibutuhkan Natuna agar percepatan pembangunan di lakukan karna selain mensejahterakan masyarakat lokal juga untuk menjaga keamanan Laut NKRI,” tutup Nurdin (jpg/bpos).

Respon Anda?

komentar