Hari Ini, Paripurna Lanjutan LPP APBD 2015

544
Pesona Indonesia
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat memimpin rapat paripurna. foto:humas pemprov
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat memimpin rapat paripurna. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Paripurna dengan agenda pandangan Umum Fraksi terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Kepri 2015, sepekan lalu tertunda akibat banyaknya kepala atau pejabat berkompeten Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mangkir. Senin (27/6) pagi ini telah disepakati sebagai hari pengganti.

“Karena itu, Kepala SKPD harus hadir. Agenda ini penting,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak, kemarin.

Jadi penting karena, kata Jumaga, kehadiran SKPD mutlak diperlukan untuk mendengarkan penyampaian catatan seluruh fraksi. Dalam agenda tersebut juga bakal disampaikan kritik-kritik dan hal-hal yang perlu dievaluasi dalam kinerja ke depannya.

“Apalagi, dalam APBD 2015 terdapat beberapa catatan penting yang mana salah satu yang menjadi perhatian yakni defisit keuangan,” tegas Jumaga.

Pada paripurna sebelumnya sempat ditunda, anggota DPRD Kepri, Sukri Fahrial bersuara lantang tentang banyaknya perwakilan Pemprov Kepri yang mangkir. “Jangan seolah puasa membuat kita lupa dengan tugas. Hari ini saya lihat kita bukan lembaga terhormat. Karena nyatanya kehadiran mitra kita luar biasa minim. Padahal hari ini pemaparan dari apa yang telah mereka lakukan pada tahun lalu,” ucap Sukri.

Ia juga menyampaikan, jika kejadian serupa kembali terulang pada paripurna selanjutnya, maka Hanura sepakat untuk walk-out dari agenda fersebut.

Menanggapi hal ini, Plt Sekda Kepri Reni Yusneli mengatakan bahwa pada saat yang sama, Pemprov memiliki empat agenda. Sehingga para kepala SKPD dibagi-bagi kehadirannya. “Ada safari di Lingga, acara di Batam dengan DPD. Ada yang dipanggil di Jakarta. Jadi wajar jumlah yang hadir hanya sedikit,” katanya.

Namun demikian, kepala SKPD itu telah mewakilkan kehadirannya kepada eselon tiga. “Eselon tiga ini lebih mengerti. Karena mereka pejabat teknisnya. Jadi sebenarnya tidak masalah kalau dilanjutkan. Tapi kalau teman-teman di DPRD memandang lain, kami ikuti saja,” ucapnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar