Hati-Hati Terhadap Calo Tiket, Nanti Rugi Sendiri

386
Pesona Indonesia
Calon penumpang pesawat saat memadati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (6/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Calon penumpang pesawat saat memadati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Bak cendawan tumbuh tumbuh selepas hujan, begitulah keberadaan calo tiket di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Beberapa orang dengan pakaian yang necis, berkeliaran di sekitaran pintu keberangkatan. Bila ada penumpang yang terlihat sedikit bingung dan panik, akibat tak kebagian tiket.

Maka calo ini akan mendekati penumpang tersebut. Dan menawari tiket ke tempat tujuan yang diinginkan penumpang tersebut.
Praktik ini bukanlah “barang baru” di Hang Nadim. Saat mudik lebaran, calo-calo tiket bertebaran mengais-ngais rezeki dengan menjual tiket melebihi harga standar yang telah ditetapkan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri 136 tahun 2015 mengenai Tarif Batas Atas (TBA) pelayanan kelas ekonomi, untuk rute Batam-Jakarta Rp 1.693 juta. Lalu untuk rute Batam-Medan Rp 1.4 juta, Batam-Pekanbaru Rp 830 ribu, Batam-Jogja Rp 2.228 juta, Batam-Palembang Rp 1.089 juta, Batam-Surabaya Rp 2.274 juta dan Batam-Padang Rp 1.093 juta.

“Bila ada yang menjual melebihi TBA ini, laporkan ke kami,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso.

Ia mengatakan hal ini tak menutup kemungkinan pada para calo saja. Tapi penumpang yang merasa rugi, akibat membeli tiket diluar harga seharusny dari agen travel juga dapat melaporkan ke pihak bandara. “Datang saja ke kantor pengelola bandara, bila terbukti akan kami tindak,” ungkapnya.

Suwarso menuturkan penindakan tak akan dilakukan pada agen, tapi lebih ke maskpainya. Sesuai dengan peraturan menteri, bila dalam beberapa kali peringatan tak diindahkan maskapai. Maka rute maskapai tersebut akan dicabut.

Mengenai calo, Suwarso mengungkapkan bahwa membeli tiket dari mereka akan merugikan penumpang sendiri. Sebab biasanya tiket yang sudah dibeli calo, bukanlah menggunakan nama penumpang yang akan berangkat. Para calo sudah membeli atau membooking tiket jauh-jauh hari dengan harga standar. Tapi menjual dengan harga yang selangit. Penumpang dengan pasrah membeli tiket tersebut.

Tapi menurut Suwarso langkah itu sangat salah. Karena pihak bandara akan menerapkan dobel cek, bila penumpang nekat membeli tiket dari para calo. Maka bisa dipastikan, penumpang tersebut tak akan bisa berangkat. “Karena kartu pengenalnya tak sama dengan nama yang ada di tiket,” ucap Suwarso.

“Lepas dari pengecekan pertama, ada pengecekan lagi di mau masuk ruang tunggu,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar