Jelang Hari Jadi Provinsi Kepri ke-14, Nurdin Minta “Hadiah” ke PU Kepri

842
Pesona Indonesia
Jembatan Dompak hampir rampung. foto:yusnadi/batampos
Jembatan Dompak hampir rampung. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Menjelang hari jadi Provinsi Kepri ke 14 tahun pada 24 September mendatang, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dikabarkan minta “hadiah istimewa” kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri. Yakni penyelesaian Jembatan I Dompak, Tanjungpinang.

“Ya memang ada permintaan khusus Bapak Gubernur Kepri kepada kami. Yakni penyelesaian pembangunan Jembatan I Dompak, Tanjungpinang,” ujar Kepala Dinas PU Kepri, Heru Sukmoro didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jembatan I Dompak, Rodi Yantari kepada wartawan, akhir pekan lalu disela-sela melihat perkembangan pembangunan Jembatan I Dompak, Tanjungpinang.

Disebutkannya, terkait keinginan tersebut, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun juga sudah mengutus Kepala Biro Pembangunan Kepri, Sardison untuk melihat perkembangan dilapangan. Selain itu, adalah menginginkan Jembatan I Dompak bisa diresmikan pada Hari Jadi Provinsi Kepri ke 14.

“Keinginannya seperti itu, dan persoalan ini sudah kami diskusikan dengan kontraktor. Pihak kontraktor optimis bisa menyelesaikan. Sehingga sudah bisa dilintas bersama-sama pada Hari Jadi Pemprov Kepri nanti,” tegas Heru.

Menurut Heru, pada tanggal tersebut, sesuai target kerja kontraktotor, kondisi Jembatan I Dompak sudah tersambung. Karena pekerjaan yang tersisa sekarang adalah pembuatan tiga unit bentang busur. Busur yang pertama sudah selesai dikerjakan, busur kedua masih menunggu keringnya coran di P6B.

“Sedangkan untuk busur ke tiga masih menunggu selesainya perbaikan pekerjaan pada segmen P7. Adapun panjang bagian rusak yang harus diselesaikan lagi sekitar 35 meter,” jelas Heru.

Dikatakannya, progres sudah diatas 93 persen. Pihaknya optimis, PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor bisa menyelesaikan tanggungjawabnya dengan baik. Diakuinya, pihak kontraktor sudah mengajukan adendum kontrak yang ke II, untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dijelaskannya, predeksi waktu yang diminta paska ambruknya P7 Jembatan I Dompak tidak tepat. Lantaran, waktunya tersita untuk membongkar bagian yang rusak.

“Hampir 3 bulan kerja, untuk membongkar bagian yang rusak. Selain itu, juga disebabkan menunggu keluarnya rekomendasi dari Komisi Keselamatan Jalan Terowongan dan Jembatan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum,” papar Heru.

Sementara itu, PPTK Jembatan I Dompak, Rodi Yantari menambahkan, menjelang beberapa hari lebaran Idul Fitri, pekerjaan Jembatan I Dompak akan terhenti sementara waktu, karena libur lebaran. Adapun waktu libur pekerja sekitar dua pekan. Diperkirakan pekerjaan kembali maksimal pada paruh bulan Juli.

Disinggung mengenai dasar yang menjadi ketentuan dilakukannya adendum kontrak yang ke II, Rodi mengatakan hal itu tidak merubah nilai kontrak untuk pekerjaan tersebut. Apalagi pihak kontraktor tetap pada komitmennya untuk menyelesaikan tanggungjawabnya dengan sebaik-baiknya.

“Pertimbangan teknisnya adalah, progres sudah diatas 93 persen. Artinya, ada 7 persen lagi yang harus diselesaikan oleh kontraktor,” ujar Rodi.

Kadis PU Kepri, Heru kembali menambahkan, dalam kasus ini, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang merupakan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri mendorong diberikan tambahkan waktu kepada kontraktor. Karena apabila tidak diberikan, Pemprov Kepri yang dipersalahkan.

“Point pentingnya adalah, Jembatan I Dompak harus selesai dalam adendum yang ke II ini. Karena TPAD Kejati Kepri terus mengawasi. Tentu pengawasan tersebut akan menghindarkan kita dari berhadapan dengan proses hukum,” tutup Heru.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar