Jembatan Barelang Tempat Favorit Bunuh Diri, Setahun 15-20 Kasus

3242
Pesona Indonesia
Jembatan Barelang. Foto: yusuf hidayat/batampos
Jembatan Barelang. Foto: yusuf hidayat/batampos

batampos.co.id РJembatan Fisabilillah atau yang dikenal juga dengan sebutan Jembatan Satu atau Jembatan Barelang, buka hanya menjadi ikon Kota Batam, tapi juga tempat favorit  bunuh diri.

Tinggi jembatan yang mencapai 48 meter membuat siapa saja yang nekat meloncat dari jembatan yang menjadi salah satu ikon Kota Batam itu kecil kemungkinan untuk selamat.

Baca Juga: Ini Penyebab Ibu Muda Terjun dari Jembatan Barelang Sambil Gendong Bayinya

Informasi yang dapat dari warga di sekitar lokasi Jembatan, sudah tak terhitung berapa nyawa yang melayang karena terjun atau terjatuh dari atas jembatan itu.

“Wah kalau dihitung sudah ratusan orang juga. Setiap tahun bisa puluhan orang yang mati karena lompat dari jembatan ini,” kata Aweng salah satu nelayan yang mendiami di sekitar kolong Jembatan I.

Sementara petugas dari Ditpam Batam di Jembatan Barelang mencataat setahun bisa mencapai 15 sampai 20 orang yang memilih mengakhiri hidupnya di jembatan tersebut.

“Rata-rata meninggal semua setelah loncat. Ada juga yang selamat tapi hanya sedikit,” kata Supardi petugas Ditpam Batam di Pos Ditpam Batam di Barelang.

Baca Juga: Ibu Muda Terjun dari Jembatan Barelang, Tewas

Tahun 2016 ini saja sedikitnya tiga orang yang meregang nyawa di lokasi yang sama dengan cara yang sama pula.

“Beberapa bulan lalu ada cewek juga, sekarang ibu dan anaknya itu,” kata Supardi.

Tahun-tahun sebelumnya, aksi bunuh diri dengan loncat dari atas badan jembatan juga tak kalah banyak. Mulai dari aksi adu nyali anak remaja, hingga murni berniat bunuh diri sampai yang mabuk dan lain sebagainya.

“Jangan tanya berapa banyak pak, sudah tak terhitung lagi korban dari jembatan ini,” katanya.

Jembatan ini memang tidak diberi pagar tinggi. Pagar yang ada masih bisa dilalui untuk mengakses bibir jembatan.

“Kesadaran pengunjung akan keselamatan juga kurang kalau dilihat selama ini. Pemerintah sudah memberi garis merah dan pagar besi di pinggir Jembatan untuk melarang siapa saja agar tidak manjat atau lewati garis merah itu tapi masih ada saja yang duduk di luar pagar atau melewati garis merah itu. Padahal garis merah itu tandanya tak boleh lewat loh,” kata Supardi.

Warga dan petugas keamanan di sekitar Jembatan sudah menyampaikan masalah tersebut kepada pemerintah terkait, namun upaya pemagaran dan pengawasan secara ketat belum juga diterapkan.

“Iya sih kalau sudah niat mau bunuh diri apa saja bisa dilakukan sekalipun dipagar, tapi setidaknya ada juga antisipasinya agar mereka yang ingin bunuh diri di Jembatan ini jadi sulit,” ujar Aweng, warga setempat.

Warga berharap dengan adanya kejadian-kejadian seperti ini, pemerintah selain melakukan perawatan rutin juga memperhatikan segi keamanan Jembatan.

Jembatan memang menjadi tempat favori bunuh diri. Tak hanya jembatan Barelang, di beberapa negara juga ada tempat-tempat favorite bunuh diri.

Berikut beberapa tempat favorit bunuh diri:

1. Colorado Street Bridge, Pasadena, AS
Ini jembatan penyeberangan bagi pejalan kaki yang berada di Pasadena. Jembatan ini memiliki panjang 500 meter dan dibangun pada tahun 1913 sehingga menjadikannya salah satu jembatan yang menjadi tonggak sejarah di sana. Sesuai fungsinya, jembatan ini menghubungkan dua daerah di pegunungan San Gabriel yang terpisahkan sungai Los Angeles.

Tidak seperti jembatan lainnya yang terkenal karena keindahan arsitekturnya, jembatan ini malah terkenal karena cerita miring yang membayanginya. Lokasi ini dikenal lantaran sebagai tempat dimana sekitar 150 orang mengakhiri hidup mereka.

Kasus bunuh diri yang paling mencengangkan terjadi di tahun 1937 dimana seorang ibu muda melemparkan bayinya dari atas jembatan kemudian dia menyusul sesudahnya. Sang ibu akhirnya meninggal namun bayinya selamat setelah mendarat di beberapa ranting pohon.

2. Gunung Mihara, Jepang
Kawah gunung ini jadi tempat favorit bunuh diri. Bahkan pada tahun 1933 orang-orang terjun ke dalam kawah untuk bunuh diri secara terang-terangan. Pada tahun itu gunung api Mihara yang berada di pulau Izu Oshima, Jepang telah menjadi saksi berakhirnya hidup 944 orang di dalam kawahnya.

Banyaknya kasus bunuh diri di gunung tersebut maka gunung itupun dijuluki sebagai titik bunuh diri.

Kasus bunuh diri ini pun akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat, kini dilakukan peningkatan keamanan di sekitar kawah untuk mencegah orang bunuh diri. Bahkan diberlakukan pula larangan mengunjungi kawah gunung ini dengan hukuman pidana sebagai sanksi atas siapa saja yang melanggar aturan tersebut.

3. Tebing di Australia
Tebing ini terletak di pinggir pantai yang memiliki celah dan menjadi tempat favorit orang-orang yang sedang depresi untuk mengakhiri hidupnya. Sejak tahun 1800-an tempat itu telah terkenal sebagai lokasi untuk bunuh diri.

Pada tahun 2000-an mulailah dikumpulkan dana untuk membangun pagar yang tinggi dan juga kamera pengintai di sekitar tebing. Gunanya adalah untuk mengawasi setiap gerak-gerik orang yang berada di pinggir tebing yang berpotensi melakukan aksi bunuh diri. Di sana pula dibangun rumah yang ditinggali oleh Don Ritchie yang selalu sabar menasihati setiap orang yang terlihat ingin lompat ke laut.

Karena kamurahan hatinya itu ia dijuluki dengan malaikat tebing. Selama 50 tahun ia tinggal di sana setidaknya sudah lebih dari 160 orang yang ia selamatkan dari percobaan bunuh diri.

4. Beachy Head, Inggris
Tebing putih yang menakjubkan dari Beachy Head di Inggris memiliki rahasia kelam. Tempat ini adalah rumah bagi sejumlah besar kasus bunuh diri di Inggris. Beachy Head terletak di dekat kota Eastbourne di daerah East Sussex dan merupakan daerah dengan penjagaan yang sangat ketat.

Di lokasi ini setidaknya terdapat 20 kasus bunuh diri setiap tahun, bahkan laporan kasus bunuh diri pertama kali terjadi jauh hari di tahun 1600-an. Saat ini Tim Kerohanian Beachy Head selalu melakukan patroli rutin di tebing.

Kagiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2004 yang gunanya untuk memberi siraman rohani dan pencerahan terhadap orang-orang yang memiliki permasalahan pelik. Nampaknya usaha ini cukup berhasil mencegah 252 orang untuk bunuh diri hingga tahun 2013.

5. Golden Gate Bridge, San Fransisco
Jembatan Gerbang Emas atau Golden Gate Bridge yang ada di San Francisco memang menjadi daya tarik wisatawan seluruh dunia untuk dijadikan obyek fotografi.

Namun sejak dibukanya pada tahun 1937, telah ada lebih dari 1600 kasus bunuh diri yang dikonfirmasi terjadi di jembatan itu. Namun jumlah pasti seberapa banyak kasus bunuh diri di tempat itu belum diketahui dengan pasti.

Arus laut yang kuat di sekitar Teluk San Francisco membuat banyak orang yang sengaja lompat ke dalamnya dipastikan tidak akan selamat. Dengan ribuan kasus bunuh diri yang terjadi di sana, menempatkan Golden Gate Bridge sebagai tempat bunuh diri nomor satu di Amerika Serikat.

Untuk mengurangi kasus bunuh diri di jembatan tersebut, pemerintah San Francisco berencana memasang jaring pengaman di sepanjang jembatan. Jaring ini akan di tempatkan di bawah jembatan sehingga jika ada orang yang melompat dari jembatan maka akan menyangkut di jaring tersebut.

6. Lorong Kereta Bawah Tanah di London
London Underground adalah suatu sistem yang digunakan sebagai jalur kereta bawah tanah di London telah mejadi tujuan bunuh diri paling terkenal di Inggris sejak abad ke-19. Mulai tahun 1940, tingkat bunuh diri di dalam jalur kereta bawah tanah ini sekitar 25 kasus per tahun dan terus meningkat hingga 100 kasus per tahunnya di tahun 80-an.

Kebanyakan kasus bunuh diri terjadi di rute yang berdekatan dengan rumah sakit jiwa. Banyak pasien rumah sakit jiwa itu yang melarikan diri dan melakukan bunuh diri di dalam lorong kereta bawah tanah ini.

Sebagian besar mereka yang mati tidak disebabkan tertabrak kereta. Ada beberapa lubang di sekitar stasiun kereta bawah tanah yang berfungsi sebagai tempat mengalirkan air. Namun lubang-lubang itulah yang akhirnya menjadi tempat bunuh diri orang-orang karena menghindari gilasan roda kereta yang lewat.

7. Air Terjun Niagara
Air terjun yang seindah ini juga tak lepas dari cerita kelam. Niagara merupakan air terjun terbesar di dunia yang juga menjadi tujuan favorit traveler untuk berwisata. Di lokasi ini juga sering terjadi kasus bunuh diri, sampai-sampai ada istilah musim bunuh diri di tempat ini. Musim bunuh diri di Air Terjun Niagara biasanya dimulai pada akhir pekan Memorial Day yang berlangsung pada akhir mei.

Pada musim tersebut dilaporkan terjadi 20-25 orang melakukan aksi bunuh diri dengan terjun ke dalam derasnya air terjun. Dengan jumlah yang sebesar itu maka lokasi air terjun Niagara menjadi tempat ke-2 yang memiliki kasus bunuh diri terbesar di Amerika.

Ada fakta aneh dibalik banyaknya kasus bunuh diri di sana dimana orang-orang yang akan melakukan bunuh diri memilih hari senin untuk melakukan aksi nekadnya dan waktu paling populer adalah pada jam 16.00 waktu setempat.

8. Hutan Aokigahara, Jepang

Satu lagi tempat bunuh diri di Jepang, tempat ini lebih populer dikalangan wisatawan dibanding gunung Mihara. Adalah sebuah hutan bernama Aokigahara atau berarti hutan untuk bunuh diri. Hutan ini memiliki luas lebih dari empat kilometer persegi yang terletak di kaki gunung Fuji.

Ngeri memang mendengar kisah-kisah tragis tentang hutan ini. Tidak ada yang menyangka hutan yang terlihat indah ini adalah tempat untuk bunuh diri.

Hutan ini ditumbuhi pohon-pohon yang lebat sehingga menjadikannya tempat sunyi yang menyeramkan. Karena hutan ini sangat lebat, hutan ini juga sering disebut masyarakat lokal dengan sebutan Jukai yang berarti lautan pohon.

Namun, entah disengaja atau tidak di hutan ini sering terjadi aksi bunuh diri. Setidaknya sekitar 100 kasus bunuh diri terjadi di hutan ini setiap tahunnya dan menjadikannya tempat yang paling menyeramkan di Jepang.

9. Menara Eiffel, Prancis
Landmark kota Paris, Perancis yang sangat indah ini juga menjadi lokasi bunuh diri paling populer di sana. Menara Eiffel menjadi tempat dimana banyak kasus bunuh diri terjadi di Paris. Kebanyakan dari mereka melakukan bunuh diri dengan cara minum racun dan diakhiri dengan menggantungkan diri di menara tersebut.

Kasus bunuh diri pertama terjadi di tahun 1898 dimana pria 23 tahun gantung diri di salah satu balok rangka menara. Hingga kini belum pasti berapa banyak orang yang telah melakukan bunuh diri di menara tersebut karena pemerintah kota Paris menutupinya dengan rapat setiap kasus yang terjadi.

Hal tersebut dilakukan karena mereka tidak ingin menarik perhatian masyarakat yang bisa saja memiliki pandangan bahwa menara Eiffel adalah tujuan untuk bunuh diri.

10. Overtoun Bridge, Skotlandia
Lokasi yang satu ini berbeda dari daftar sebelumnya dimana pelaku bunuh diri bukanlah manusia melainkan anjing. Selama 50 tahun terakhir, sekitar 50 anjing telah melompat dari atas jembatan Overtoun, Skotlandia untuk mengakhiri hidupnya.

Anehnya semua kasus tersebut terjadi di hari yang cerah dan semua kasus menimpa jenis anjing yang seharusnya memiliki umur panjang. Penduduk setempat meyakini jika ada kekuatan supranatural dari bawah jembatan yang membuat anjing-anjing itu melompat dan mengakhiri hidupnya.

Hingga akhrinya dipanggillah seorang Psikolog, Dr David Sands untuk menyelidiki kasus ini. Ia memanfaatkan anjing bernama Hendrix untuk menyelidiki penyebab anjing bunuh diri.

Untuk diketahui Hendrix adalah satu-satunya anjing yang selamat setelah melompat dari atas jembatan. Dr. Sands mengamati gerak gerik anjing itu selama di atas jembatan, dari perilakunya itu ia mendapatkan kesimpulan bahwa ada sesuatu di bawah jembatan yang mengusik indra si anjing. Ternyata bau musang lah yang menarik perhatian anjing sehingga memutuskan untuk melompat dari jembatan.(eja/travelingyuk.com)

Respon Anda?

komentar