Kejari Daik Lingga Dalami Perjalanan Dinas Fiktif Dewan

877
Pesona Indonesia
Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi. foto:wijaya satria/batampos
Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Daik Lingga terus melanjutkan penelusuran terkait dugaan dana perjalanan fiktif DPRD Kabupaten Lingga hingga saat ini. Bahkan Kepala Seksi Intelijen Kejari Daik Lingga Efan Apturedi mengatu telah mencium sejumlah kaki tangan atau yang tenar disebut joki perjalanan dinas Dewan.

“Tentang “joki” perjalanan dinas kami telah mencium sejak awal hal ini. Sekarang kami masih dalami terkait hal itu, yakni menyangkut orang-orang dekat yang berperan sebagai joki,” kata Efan, Minggu (26/6) pagi.

Kejari Daik Lingga hingga saat ini terus melakukan pengumpulan data dari sejumlah sumber untuk mendalami terkait sejumlah joki yang sering digunakan oknum anggota dewan sebagai pengganti mereka melakukan perjalanan dinas.

Efan membeberkan, tentunya yang sering mendapat peran joki adalah orang-orang yang dekat dengan oknum dewan tersebut sehingga dapat melancarkan kegiatan melawan hukum itu.”Kami akan terus telusuri orang dekat mau di kiri, kanan, depan, belakang, atas dan bawah. Pokoknya semua,” kata Efan.

Jika nantinya terbukti dan jelas melanggar hukum, Efan akan menjalankan proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Dia juga mengaku tidak pandang bulu untuk menindak siapa saja yang terkait didalam praktik tersebut.

Tentunya, masih kata Efan, perjalanan dinas yang disediakan dari uang takyat tersebut mesti ada hasil dan manfaat yang didapat untuk membangun Kabupaten Lingga ini. Namun jika praktik joki dilakukan sudah pasti tidak ada hasil dan manfaat yang didapat untuk kabupaten ini.

“Jika studi banding, tentu akan membawa pemikiran segar yang akan diterapkan di Lingga. Jadi ada manfaatnya bagi masyarkat,” ujar Efan.

Tidak hanya isapan jempol belaka, Kejari Daik Lingga hingga saat ini terus melakukan penelusuran dan pengumpulan informasi terkait perjalanan dinas fiktif dewan. Tidak hanya orang suruhan atau joki, Kejari Daik Lingga juga akan menindak siapa saja oknum Dewan jika kedapatan melakukan hal tersebut. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar