Komisi IV Pertanyakan Insentif Guru Ditiadakan

787
Pesona Indonesia
Ilustrasi guru sedang mengajar. Foto: istimewa/arrahmah.com
Ilustrasi guru sedang mengajar. Foto: istimewa/arrahmah.com

batampos.co.id – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerh (DPRD) Provinsi Kepri, Teddy Jun Askara akan mempertanyakan ketiadaan pengajuan alokasi anggaran bagi insentif guru se-Kepri tahun ini. Kepada Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TPAD) Pemprov Kepri, politisi muda Partai Golkar ini mengetahui alasan di balik keputusan itu.

“Itu tetap harus dipertanyakan. Insentif itu sangat membantu guru. Bayangkan kalau itu tiba-tiba ditiadakan,” kata Teddy via sambungan telepon, kemarin.

Menurut rekan-rekan yang lain di Komisi IV yang membidangi pendidikan, kata Teddy, semuanya sepakat, bagaimanapun alokasi tunjangan bagi guru itu harus dijalankan. Soal besarannya itu berapa tentu bisa dirasionalisasikan. Tapi ketika sama sekali dihilangkan, Teddy menilai ini bisa jadi pukulan telak bagi guru.

Satu-satunya jalur untuk menyelematkan isi dompet guru ini, kata Teddy, adalah di anggaran perubahan. Tapi, kata dia, itu pun perlu kajian terlebih dahulu. “Kita harus melihat kondisi keuangan kita juga. Sekarang ini kan kondisinya defisit lagi. Kalau uang itu memungkinkan ada, ya tetap harus kita masukkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Yatim Mustafa memastikan, defisit anggaran pemerintah daerah juga berimbas langsung dengan insentif yang bisa diterima saban bulan. Bukan sekadar terkena rasionalisasi alias pengurangan jumlah yang diterima. Tapi, tidak terima sepeser pun insentif mengajar tahun ini.

“Mau bayar pakai apa. Uangnya tak ada. Jadi mau bagaimana lagi. Kita memang benar-benar tak ada uang untuk itu. Dengan kata lain, insentif untuk guru-guru se-Kepri, tahun 2016 ini dihapuskan,” ungkap Yatim, kemarin.

Tahun 2016 ini, kata dia, ada 40 dari 200 kegiatan yang sudah direncanakan terpaksa harus ditiadakan pelaksanaannya. Jika nekat tetap dilaksanakan, dikhawatirkan bakal terjadi tunda bayar atau bahkan bisa gagal bayar.

Defisit anggaran Dinas Pendidikan Kepri ini juga, berimbas pada insentif itu. Yatim tidak bisa menyangkal bahwasanya setiap tahun jumlah anggaran yang mesti dialokasikan untuk pembayaran insentif guru tidak kurang dari Rp 89 miliar.

Yatim juga serba dilema. Banyak keluhan soal tidak dibayarnya insentif guru tahun ini. Namun ia sendiri juga tak berdaya karena kondisi keuangan Kepri saat ini memang sedang terpuruk.

Jadi, semua guru, se-Kepri tak bisa menerima insentif. Termasuk guru-guru yang ada di pulau-pulau terdepan. “Maaf sekali,” kata Yatim, “kita memang tak ada uang untuk membayarnya.”

Yatim sendiri, mengaku tak menginginkan kondisi ini. Masalahnya, kata dia, uang di kas sudah tak ada lagi. “Mau dibayar pakai anggaran apa lagi,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar