Lagi, Pemasok Vaksin Palsu Dibekuk di Hotel Mewah

1975
Pesona Indonesia
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pengejaran jaringan pembuat, ditributor, penjual dan klinik atau rumah sakit pengguna vaksin palsu untuk bayi terus dilakukan jajaran Bareskrim Mabes Polri.

Senin (27/6/2016) pagi tadi, tim Bareskrim menangkap lagi dua terduga pelaku penyebaran vaksin palsu.

BACA: Mewahnya Hidup Pasangan Tersangka Vaksin Bayi Palsu

Kedua terduga distributor vaksin palsu berinisial P dan M ini ditangkap di sebuah hotel mewah di kawasan Semarang, Jawa Tengah.

“Kedua pelaku kami tangkap dari hasil pengembangan dan penyebaran vaksin palsu. Keduanya kami tangkap sekitar pukul 09.00,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya di Bareskrim Polri, Senin (27/6/2016).

Ia menambahkan, kedua pelaku berperan sebagai distributor yang biasa menyalurkan vaksin palsu itu ke beberapa wilayah Semarang dan sekitarnya.

Baca Juga: Bareskrim Janji Telisik Kekayaan Tersangka Vaksin Palsu

Sementara itu, penyidik masih mendalami barang bukti dan modus penyebarannya.

“Masih kami periksa ya. Darimana mereka dapatkan barang-barang itu,” kata Agung.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti buku ATM, dan rekening. Dengan penyitaan ATM itu, polisi akan mengetahui berapa keuntungan mereka selama menjalankan bisnis itu.

“Termasuk soal omset dan segala macam. Kami periksa dulu ya isi ATM nya,” tambah anak buah Irjen Ari Dono ini.

Baca Juga: Bayi Meninggal Usai Imunisasi, Awal Pengungkapan Vaksin Palsu, Sudah Berlangsung Belasan Tahun

‎Kedua pelaku merupakan jaringan yang masih berhubungan dengan beberapa tersangka yang ada di Jakarta. Sehingga, dari penangkapan ini, polisi berhasil menetapkan 15 tersangka.

‎Terkait kasus vaksin palsu, polisi sebelumnya sudah menetapkan 13 orang sebagai tersangka.

Baca Juga: Ngeri, Vaksin Bayi Palsu Masuk Apotek, Mabes Polri Ungkap Sindikatnya

Tersangka S dan I merupakan pengepul botol bekas‎. Selain itu, tersangka SU dan SA berperan membuat dan mencetak label dan logo vaksin palsu.

Dan pembuat vaksin palsu adalah R, G, S N. Sedangkan yang berperan sebagai distributor yakni T,D, F, J dan A.

Agung menuturkan, ketiga belas tersangka itu diamankan di delapan lokasi atau tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Mereka kini telah ditahan di Bareskrim.

Soal TKP-TKP itu, lokasi pertama sebuah apotek di Pasar Kramatjati Blok LO, BKS 050, Jakarta Timur.

Seorang penjual vaksin palsu diamankan dari lokasi ini. Di wilayah Jaktim lainnya, Jalan Manunggal, Kalisari juga diamankan seorang tersangka.

TKP ketiga yaitu di Lampiri Jatibening diamankan seorang inisial S. TKP keempat di Puri Hijau Bintaro, Tangerang Selatan diamankan A.
TKP kelima di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur diamankan S.

TKP keenam Kemang Regency Bekasi diamankan sepasang suami istri. Tak hanya itu, Polisi juga menangkap 3 orang lagi di wilayah Subang, Jawa Barat.

Para tersangka telah ditahan di Rutan Bareskrim.

Mereka dijerat pasal 196 jo pasal 98 dan atau pasal 197 jo pasal 106 dan atau pasal 198 jo pasal 108 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan pasal 62 jo pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Para pelaku memanfaatkan kemasan bekas vaksin untuk mengemas vaksin palsu yang salah satu bahannya mereka ambil dari cairan infus. Bentuk dan warnanya sangat mirip. Baru bisa diketahui palsu setelah uji laboratorium.

Sindikat vaksin palsu yang melibatkan berbagai kalangan dari tenaga medis ini sudah melakukan aksinya belasan tahun. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar