Mewahnya Hidup Pasangan Tersangka Vaksin Bayi Palsu

18610
Pesona Indonesia
Rahmat dan Rina, pasutri yangjadi tersangka kasus vaksin palsu. Kehidupan mereka cukup mewah. Salah satu rumahnyaberada di kawasan elit Jakarta. Foto: facebbok Rina/PS
Rahmat dan Rina, pasutri yangjadi tersangka kasus vaksin palsu. Kehidupan mereka cukup mewah. Salah satu rumahnyaberada di kawasan elit Jakarta. Foto: facebbok Rina/PS

batampos.co.id – Bareskrim Mabes Polri terus menelusiri jaringan pembuat dan pengedar vaksin bayi palsu. Sejauh ini, baru 13 ditetapkan sebagai tersangka.

Dua dari 13 tersangka itu pasangan suami ustri, yakni Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina. Keduanya memiliki latar belakang sebagai tenaga medis.

BACA: Lagi, Pemasok Vaksin Palsu Dibekuk di Hotel Mewah

Hidayat mantan tenaga medis sebuah pabrik otomotif. Sedangkan istrinya, Rita Agustina merupakan bidan salah satu rumah sakit di Bekasi.

Di laman Facebook Rita Agustina terlihat kehidupan mereka yang cukup mewah. Dalam salah satu foto, keduanya tampak sedang bergaya di depan sebuah mobil Pajero Sport warna putih. Foto itu diambil di depan rumah mewah berlantai dua milik mereka.

Rumah mewah Hidayat dan Rita Agustina berada di kawasan elit Kemang Regency Bekasi, tepatnya di Jalan Kumala 2 Blok M, Nomor 29. Rumah tersebut memiliki kolam renang dan bergaya minimalis di bagian belakang.

Baca Juga: Bayi Meninggal Usai Imunisasi, Awal Pengungkapan Vaksin Palsu, Sudah Berlangsung Belasan Tahun

Direktur Dittipideksus Bareskrim Brigjen Agung Setya membenarkan jika pasangan suami istri dalam foto tersebut merupakan tersangka pemalsuan vaksin bayi. “Iya betul,” ujar Agung Setya, seperti dilansir pojoksatu.id.

Agung menuturkan, memang kehidupan para pelaku pemalsuan vaksi bayi itu terlihat sangat tidak wajar. Karena itu, pihaknya akan menelusuri kekayaan para tersangka yang dianggap tidak wajar tersebut.

Rahmat dan Rina, Pasutri tersangka kasus vaksin palsu dengan mobil dan rumah mewahnya. Foto: facebook Rina/PS
Rahmat dan Rina, Pasutri tersangka kasus vaksin palsu dengan mobil dan rumah mewahnya. Foto: facebook Rina/PS

Menurut Agung, pihaknya setelah menyelidiki kasus pemalsuan vaksin bayi sejak tiga bulan lalu. Penyidik Bareskrim mengumpulkan data-data dan fakta di lapangan untuk dijadikan bahan penyelidikan.

“Vaksin palsu ini telah meresahkan masyarakat. Kasus ini harus kita berangus hingga ke akar-akarnya,” tandas Agung.

Baca Juga: Ngeri, Vaksin Bayi Palsu Masuk Apotek, Mabes Polri Ungkap Sindikatnya

Agung juga membenarkan kalau kasus pemalsun vaksin bayi ini telah berlansung belasan tahun. Kasus ini terungkap setelah ada bayi yang meninggal usai divaksin. Setelah ditelusuri, ternyata vaksin yang digunakan palsu. (one/pojoksatu)

Baca Juga: Bareskrim Janji Telisik Kekayaan Tersangka Vaksin Palsu

Respon Anda?

komentar