Mobilnya Digembok Tim Penertiban, Oknum Polisi Pukul Petugas Dishub

704
Pesona Indonesia
Denda penggembokan kendaraan yang melanggar parkir diterapkan menyeluruh di Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos
Denda penggembokan kendaraan yang melanggar parkir diterapkan menyeluruh di Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Oknum anggota Polres Bintan berpangkat Brigadir yang diketahui bernama Ahabrata, memukul dua pegawai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tanjungpinang, yakni Dedek Kuswanto (31) dan Sugeng (34), di Jalan Merdeka, Minggu (26/6) sekitar pukul 11.50 WIB. Akibatnya Dedek mengalami luka bocor di kepala bagian belakang.

Infomasi yang dihimpun, dipukulnya dua pegawai Dishubkominfo tersebut berawal saat dua anggota Dishub menggembok mobil Nissan Livina BP 1341 QW, milik oknum polisi tersebut yang parkir menyalahi aturan di Jalan Merdeka, Pasar.

Ditemui di Polsek Tanjungpinang Kota, Dedek menceritakan, kejadian tersebut terjadi pada saat ia bersama Sugeng tengah menjalani tugas yang mengatur arus lalu lintas di Jalan Merdeka tersebut. Mobil oknum polisi itu adalah salah satu kendaraan yang parkir sembarangan yang membuat Dishub mengambil kebijakan untuk melakukan penggembokan.

“Kami sudah menjalankan tugas sesuai prosedurnya. Sebelum digembok, kami juga sudah berkali-kali menghimbau dan menyarankan untuk tidak memparkirkan kendaraannya di lokasi itu,”ujar Dedek.

Dikatakan Dedek, peringatan tersebut pun tidak digubris oleh polisi tersebut. Sehingga mereka menggembok mobil tersebut dan memberikan surat yang berisikan himbauan untuk menyelesaikan sanksi administrasi. Tak lama kemudian, oknum tersebut pun datang dan meminta Dishub membuka gembok yang dipasang di mobilnya.

”Nah, tiba-tiba datang dia (Ahabrata). Dia minta kami untuk segera membuka gembok, dan pada saat itu ada terjadi sedikit cek cok,” kata Dedek.

Dilanjutkan Dedek, dirinya bersama Sugeng tidak mau semerta-merta mengikuti perintah oknum polisi tersebut karena dianggap mendiskriminasikan sanksi berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) perparkiran tersebut. Hal tersebut membuat oknum polisi Polres Bintan itu langsung memukuli mereka berdua.

”Kami langsung dipukuli, mungkin menggunakan kunci mobilnya yang mengenai kepala saya, hingga berdarah,” ujarnya.

Senada dengan Dedek, Sugeng juga dipukul betubi-tubi oleh polisi berpangkat Brigadir tersebut hingga jam tangan miliknya lepas dan hilang.

”Saya juga dipukuli, dan saya mengelak pukulannya sampai jam saya hilang, bahkan dia menduga saya mau mengkroyok dia,” ujar Sugeng.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kota Tanjungpinang, Wan Samsi mengatakan pihaknya meminta kasus yang menimpa dua anak buahnya tersebut di proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

”Saya sangat menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan oknum anggota polisi tersebut,” kata Wan Samsi.

Dikatakan Wan Samsi, harusnya oknum polisi tersebut mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Sehingga ketertiban umum di masyarakat dapat berjalan dengan baik.

”Aturan dibuat untuk dipatuhi bukan untuk dilanggar. Aturan ini pun dibuat untuk menjaga ketertiban umum. Yang jelas kasus ini kami minta di proses secara hukum,”pungkas Wan Samsi.

Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Jupen Simanjuntak melalui Kanit Reskrim Ipda Raja Pindo membenarkan adanya pemukulan yang dilakukan oknum Polisi Polres Bintan tersebut. Pihaknya telah mengamankan oknum tersebut.

”Kami amankan di Mapolsek, selanjutnya penanganan oknum Polisi itu di Propam. Nantinya oknum itu akan di limpahkan ke Polres Bintan tempat dia bertugas,” ucap Pindo.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar