Jelang Lebaran, Pedagang Daging Sepi Pembeli

588
Pesona Indonesia
Pedagang Daging
Pedagang Daging

batampos.co.id – Harga daging di pasaran masih belum stabil. Dalam sepekan ini harga daging berubah-ubah. Daging sapi segar misalkan semula harga Rp 130 perkilogram sempat naik hingga Rp 140 perkilogram. Namun kemarin harga tersebut kembali turun jadi Rp 130 perkilogram.

Begitu juga dengan daging sapi beku beberapa hari lalu naik hingga Rp 90 ribu kini kembali turun jadi Rp 80 ribu perkilogram.

Daging ayam segar juga demikian. Sepekan lalu sempat bertengger diangkap Rp 34 ribu perkilogram kemarin kembali turun ke harga Rp 30 ribu perkilogram. “Kalau normalnya sih Rp 28 sampai Rp 29 ribu, tapi karena mau hari raya jadi naik. Tapi belum stabil lagi masih naik turun semua,” kata Rika pedagang daging di pasar Fanindo.

Harga daging yang belum stabil itu umumnya karena patokan harga dari distributor yang berubah-ubah. “Stok masih banyak sih, cuman memang berubah-ubah harganya, kadang naik kadang turun, kami pun sesuaikan harga jualnya,” ujar Rika.

Para pedagang menduga, ketidak stabilan harga daging ini karena permainan orang distributor untuk meraup keuntungan lebih saat perayaan Idul Fitri nanti. “Mungkin ada yang masih tahan-tahan sapi atau ayam hidup agar harga semakin tinggi saat Idul Fitri nanti,” kata Ujang pedagang daging lainnya.

Akibat tidak stabilnya harga daging tersebut, minat pembelipun menurun drastis. “Paling ayam yang dibeli, kalau daging sapi jarang. Mungkin karena kemahalan kali. Apalagi sekarang momen PPDB jadi banyak yang fokus untuk biaya sekolah anaknya ketimbang beli daging,” kata Ujang.

Sepihnya pembeli itu membuat para pedagang menjerit, sebab pemasukan mereka berkurang, sehingga besar harapan para pedagang daging pemerintah bisa mengontrol harga daging selama bulan puasa hingga Idul Fitri nanti. “Jangan pikir saat harga naik kami untung besar, tetap sama saja. Yang ada malah rugi, daging banyak yang tak laku,” tutur Ujang.

Pantauan di pasar basah Fanindo, tidak saja daging, harga sayuranpun masih naik turun. Sayur kangkung misalkan semula Rp 7,8 ribu kini turun jadi Rp 4 ribu perkilogramnya, sementara bayam dan jenis sayuran lainnya malah naik kisaran Rp 1-Rp 3 ribu perkilogramnya. “Yang naik drastis itu Cabai merah dan Tomat. Cabai merah sekarang sudah Rp 34 ribu perkilogram dari harga sebelumnya Rp 29 perkilogram. Tomat naik jadi Rp 12 ribu dari Rp 9 ribu perkilogramnya,” kata Mahmud, pedagang sayur.

Turun naiknya harga sayur itu juga karena alasan yang sama. Harga dari grosir masih belum stabil sehingga pedagang sayur menyesuaikan harga penjualannya. “Kalau pemerintah tak kontrol, harga akan naik lagi, karena semakin dekat perayaan Idul Fitri ini,” tutur Mahmud. (eja)

Respon Anda?

komentar