Ratusan Biksu dari Berbagai Negara Lakukan Pindapatta di Tanjungpinang

832
Pesona Indonesia
Para biksu dari berbagai negara melakukan pandipatta di Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos
Para biksu dari berbagai negara melakukan pindapatta di Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Ratusan biksu dari berbagai negara menyusuri beberapa ruas jalan di Kota Tanjungpinang dengan berjalan kaki. Para biksu atau rohaniawan maupun samanera tersebut berjalan sambil membawa mangkuk makanan, yang fungsinya untuk menerima makanan dari umat sebagai berlangsungnya kehidupan biksu.

Ya, para biksu itu tengah menjalani tradisi Pindapatta. Pindapatta merupakan puncak dari rangkaian kegiatan program Pabajja Samanera atau program pelatihan bagi para calon Biksu yang digelar di Vihara Avalokhithesvara Graha Batu 14 arah Tanjunguban, Tanjungpinang sejak sepekan lalu.

Ketua Yayasan Maitri Paramita, Hengky Suryawan mengatakan ritual Pindapatta dimulai dari Vihara Bahtra Sasana menuju Jalan Merdeka, Jalan Pos, Jalan Pasar Ikan, Jalan Gambir, Jalan Tambak dan berakhir di Jalan Potong Lembu (Akau) Tanjungpinang.

“Lalu para Biksu ini kembali ke Vihara untuk proses akhir,” ujarnya, Minggu (26/6).

Program Pabajja dan Pindapatta di Tanjungpinang kali ini diikuti sebanyak 235 calon biksu dan dibimbing oleh 13 Biksu senior.

“Ada 13 Biksu senior yang membimbing calon biksu baru ini,” ujarnya.

Sementara peserta pelatihan diikuti oleh peserta yang berasal dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan juga dari seluruh daerah Kabupeten dan Kota se-Kepri yang terdiri dari berbagai usia,” ujarnya.

Salah satu panitia kegiatan Supardi menerangkan, Pabajja Samanera merupakan program melatih kesabaran yang diikuti peserta dari masyarakat biasa, bukan seorang Biksu. Selama satu minggu peserta ini digembleng dan dididik sebagi mana kehidupan seorang Biksu. Baik dari pola makan, tata cara berbicara, hingga segala sesuatu yang berhubungan dengan ajaran Budha.

“Peserta harus bisa membawa diri dan harus bisa menteladani dari kehidupan dan prilaku keseharian Biksu. Peserta Pabajja yang menginginkan atau berminat ingin menjadi Biksu sungguhan, dapat mengikuti program lanjutannya,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar