SUN Resort akan Gelar Iven World Batik Designer and Model Competition

1226
Pesona Indonesia
 Sunny Sukardi mempresentasikan soal rencana iven besar bertaraf internasional yang bakal digelar PT Sun Resort. foto:harry/batampos
Sunny Sukardi mempresentasikan soal rencana iven besar bertaraf internasional yang bakal digelar PT Sun Resort. foto:harry/batampos

batampos.co.id – Presiden Direktur (Presdir) PT SUN Resort, Sunny Sukardi akan menggelar kompetisi desain batik dan model berkelas dunia di kawasan pariwisata terpadu yang dibangunnya di Desa Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan 22 September 2016 mendatang. Iven bertaraf internasional yang pertama kalinya ditaja oleh PT SUN Resort ini belum pernah dilakukan baik di Indonesia maupun dari belahan dunia manapun.

Kompetisi yang akan diikuti perancang dunia dan lokal ini akan dikemas oleh putra asli Bintan ini sangat menarik dan berbeda. Bahkan lokasi iven ini dan catwalknya tiada duanya di dunia karena bearada di atas laut yang dikelilingi pemandangan indah dari hutan mangrove dan sunset.

“Batik merupakan pakaian asli Indonesia bahkan dunia juga sudah mengakuinya. Melalui iven World Batik Designer and Model Competition inilah saya ingin melestarikan budaya Indonesia di mancanegara,” ujarnya usai berbuka puasa bersama dengan masyarakat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bintan di Restoran SUN Resort, Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Sabtu (25/6).

Dikatakannya, ia hanya berkeinginan membangun Bintan sebagai kawasan wisata terpadu dengan nuansa berbeda dengan kawasan wisata lainnya di Indonesia. Melalui iven World Batik Designer and Model Competion dirinya optimis jika batik yang merupakan pakaian budaya Indonesia ini akan lebih dikenal lagi di mancanegara. Apalagi iven yang digagasnya ini belum pernah ada sebelumnya di Indonesia maupun dunia.

Dalam iven ini, lanjutnya, peserta perancang busana batik atau design batik diwajibkan hasil karyanya melalui tangan sendiri. Batik hasil karya tangan sendiri itu akan ditampilkan dengan model pilihan sendiri juga dan dipragakan diatas karpet merah (catwalk) yang terbuat dari pelantar di atas laut dibawah pancaran sinar rembulan.

“Iiven yang beda dan belum pernah ada di dunia. Dengan cara inilah kita melestarikan budaya indonesia dan juga mengenalkan kepada dunia bahwa kawasan wisata disini memiliki beragam kultur,” akunya.

Bagi perancang maupun diseigener yang berminta untuk berkompetisi, sambungnya, tidak akan dipungut biaya. Bahkan PT Sun Resort sebagai penyelenggara membagikan hadiah ratusan juta rupiah kepada pemenang dalam ajang bergengsi ini.

Untuk juara pertama, Kata Sukardi sudah disiapkannya hadiah uang tunai sebesar Rp100 juta dan juara kedua akan mendapatkan Rp 60 juta. Sedangkan untuk juara ketiga akan membawa pulang uang sebesar Rp20 juta.

“Tapi bagi peserta yang daftar tidak bisa sembarangan. Karena akan diseleksi terlebih dahulu oleh dewan juri dari berbagai negara,” ungkapnya.
Sementara Tim ES Sun Resort, Joahana menjelaskan bahwa dalam kompetisi ini akan memperlombakan jenis batik tulis saja dari bahan sutera maupun lainnya. Nantinya, batik hasil rancangan tulis tangan ini akan diperagakan oleh model terkenal atau papan atas yang berasal dari dunia dan Indonesia.

“Ingat ya, bukan untuk batik dari hasil printing tetapi tulis tangan. Jika ada yang berminat bisa daftarkan diri melalui email [email protected],” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar