Demi Biaya Daftar Ulang Sekolah Anaknya, Ibu Ini Harus Rela Gadaikan Sepeda Motor

6778
Pesona Indonesia
Gadai BPKB Sepeda Motor Untuk Anak Masuk Sekolah
Gadai BPKB Sepeda Motor Untuk Anak Masuk Sekolah

batampos.co.id – Di depan ruang gedung Tata Usahan (TU) SMK N 5 Batam, seorang lelaki berpakaian putih bercelana biru, dengan kulit gelap itu tampak duduk disebuah kursi, Dia bernama Donny salah satu dari siswa yang berhasil lolos seleksi dari PPDB yang telah berakhir beberapa hari lalau, tujuan datang ke SMK N 5 Batam bermaksud untuk melakukan pendaftaran ulang. Saat itu Donny tidak sendirian datang ke sekolah, Dia ditemani oleh orangtuanya bernama Yusma. Yusma mengenakan jilbab hitam dengan baju berwarna orange dan bercenalan hitam, terlihat setia menemani anaknya yang hendak mendaftar.

Setelah melakukan seleksi tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahu ajaran 2016-2017 beberapa hari lalu. Senin (27/6) (kemrin, red) para siswa yang berhasil lulus seleksi melakukan kegiatan pendaftaran ulang disejumlah sekolah mereka masing-masing.

Disebuah kursi, Danny dan Yusma menunggu antrian panggilan dari panitia pendaftaran siswa baru. Saat itu Donny mendapatkan nomor antirian ke-64, pada pos ketiga untuk pembayaran administrasi. Sebelumnya, Donny baru saja melewati dua pos pendaftran ulang, yakni pengambilan berkas data dan pengimputan data.

“Belum dipanggil, mungkin sebentar lagi,” pungkas Donny, saat ditanya sewaktu melakukan antrian di SMKN 5 Batam bersama ibunya, Senin (27/6).

Di SMKN 5 Batam, Donny lulus sebagai siswa jurusan Tehnik Mesin Kapak, saat diumumkan nilainya 62.700.

“Nilai paling rendah yang diminta Jurusaun Mesin Kapal adalah 60.00,” kata Donny.

Donny mengaku jurusan yang diambilnya merupakan jurusan yang sangat diidam-idamkan, dia menilai jurusan tersebut sangatlah cocok untuk wilayah Batam karena perusahan kapal di Batam cukup banyak. Disamping itu, Donny juga memiliki cita-cita ingin menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL). “Kalau tidak bisa menjadi TNI, kan bisa kerja di perusahaan meneruskan jurusan mesin kapal ini,” ucap Donny.

Melihat anaknya memiliki semangat ingin mengabdi kepada negara, Yusma pun bertekat untuk melakukan apapun demi anaknya tersebut, bahkan untuk masuk menjadi siswa baru di SMKN 5 Batam, Yusma terpaksa mengadaikan BPKB sepeda motor agar uang pendaftaran ulang untuk anaknya bisa dibayarnya kepada pihak sekolah.

“Motor digadai Rp 3 Juta, Total pembayaran uang sekolah Rp 2.985.000,” ujar Yusma.

Sejak kematian suaminya tiga tahun lalau, Yusma selalu berperan menjadi seorang bapak sekaligus ibu rumah tangga untuk kelima anak-anaknya. Setiap hari Yusma mengantung hidup berjualan cemilan-cemilan di depan rumahnya, pendapatan keseharian pun kadang tak menentu paling banyak Rp 30 ribu kotor dalam satu hari.

“Untuk makan cukup lah dari sana,” kata Yusma.

Tak heran jika setiap membutuhkan uang untuk keperluan sekolah anak-anaknya, dirinya kerap menjual barang-barang yang ada di rumahnya. Saat ini kakak Doni sudah menduduki semester lapan kuliah di perguruan tinggi di Pekan Baru juga setiap bulan selalu membutuhkan uang.

“Semuanya saya jual, kecuali rumah kerena merupakan peninggalan mendiang bapaknya. kakak yang paling tua juga belum bekerja,” pungkasnya.

Yusma merasa beruntung, anaknya bisa diterima di SMKN 5 Batam, padahal banyak anak-anak seusianya di komplek perumahan mereka yang tidak bisa lulus di sekolah tersebut. “Mungkin sudah mejadi kesempatannya,” ucapanya.

Yusma berharap dengan pilihan jurusan yang diinginkan itu bisa membawa keberhasilan untuk masa depannya untuk mengejar cita-citanya.(ahmad yani)

Respon Anda?

komentar