Jelang Lebaran Hujan Lokal Bakal Terjadi

640
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Dabo Singkep mengharapkan kepada seluruh nelayan dan masyarakat yang beraktifitas di laut untuk tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ini. Menurut Prakirawan BMKG Dabo Singkep, Sahat MP, pertumbuhan awan tergolong tinggi dalam kurun waktu dalam sepekan jelang lebaran tahun ini.

“Pertumbuhan awan tergolong tinggi dikarenakan terjadinya perlambatan percepatan angin. Hal ini bermula karena terjadinya pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Barat,” kata Sahat ketika ditemui di kantornya, Senin (27/6) siang.

Selain akibat pusat tekanan rendah, kawasan Kepri juga memiliki suhu permukaan laut yang tergolong hangat, berkisar 27 derajat hingga 30 derajat. Hal ini tentunya menjadi penyumbang pembentukan awan di kawasan Kepri semakin tinggi. Terlebih kelembaban udara di lapisan tinggi masih basah.

Akibatnya, untuk kawasan Lingga, kondisi ini mengakibatkan hujan lokal atau hujan yang tidak menentu masih terjadi menjelang lebaran ini. Dengan arah angin bertiup dari Tenggara Barat Daya.

Meski demikian, Sahat memastikan, untuk jalur penerbangan masih dalam kondisi aman. Menurut pria berkacamata ini, penerbangan tidak terkendala dengan awan yang tidak berjenis cumulonimbus. Apalagi intensitas hujan tidak terjadi selama 24 jam penuh.

Sedangkan untuk kondisi perairan di Kabupaten Lingga, Sahat menambahkan, supaya nelayan tetap harus berhati-hati walau keadaan perairan dua sampai tiga hari ke depan masih tergolong aman. Ketinggian gelombang berkisar dari 0,2 meter hingga 0,7 meter dengan kecepatan angin berkisar 3-12 not.

“Walau demikian kami harapkan kepada nelayan untuk tetap waspada jika melakukan aktifitas di laut,” kata Sahat.

Untuk kawasan perairan Kepri, Sahat menyampaikan ada perbedaan kecepatan angin dengan kecepatan angin di kawasan perairan Lingga yakni berkisar 10 sam 15 not, atau berkisar mulai dari 20 kilometer per jam hingga 30 kilometer perjam. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar