Kasus Vaksin Palsu Mengemuka, Ibu-Ibu Jadi Takut Imunisasi Anaknya

1244
Pesona Indonesia
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa
Ilustrasi vaksin bayi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Belakangan ini, kasus peredaran vaksin palsu marak diberitakan media. Dampaknya pun sudah mulai terasa. Antara lain, kini warga jadi takut mengimunikasi anaknya.

Feni Adrianai (29), warga Alai Parakkarakah, mangatakan sejak mengetahui informasi adanya peredaran vaksin palsu di televisi, dia khawatir mengimunikasi anaknya.

“Tentu saya sebagai orangtua yang memiliki balita mengkhawatirkan itu. Saat ini saya belum mau lagi mengimunisasi anak saya,” ujarnya.

Feni menilai, pemerintah kurang jeli mengontrol peredaran vaksin.

“Jika vaksin palsu itu dikonsumsi balita, tentu efeknya bukan saja jangka pendek tapi juga jangka panjang,” sebutnya.

Hal senada juga diungkapan Yan Fitra Candayeni (33), warga Gunungpangilun.

“Sebelum Ramadhan, saya mengimunisasi anak saya. Malamnya anak saya demam tinggi. Beberapa hari ini ada berita beredarnya vaksin palsu. Saya pikir bisa jadi anak saya kemarin itu mendapatkan vaksin palsu,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Safitri, menyebutkan vaksin yang beredar di Sumbar saat ini jelas sumbernya.

“Sumbar melalui Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) baik pemerintah maupun swasta menggunakan vaksin yang didrop secara nasional oleh Kementerian Kesehatan RI diproduksi oleh Biofarma,” terangnya.

Pihaknya menjamin vaksin yang beredar di Sumbar aman. Terkait pengontrolan vaksin, pihaknya melakukan kontrol ketat dari produsen dan pedagang besar farmasi (PBF) resmi. (jpnn)

Respon Anda?

komentar