Nelayan di Serasan Gunakan TNT untuk Bom Ikan

1334
Pesona Indonesia
Nelayan yang ditangkap saat membom ikan di perairan Kecamatan Serasan. foto:aulia rahman/batampos
Nelayan yang ditangkap saat membom ikan di perairan Kecamatan Serasan. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Penangkapan ikan menggunakan bom oleh nelayan di Kecamatan Serasan, Natuna, ternyata sudah berlangsung setahun terakhir. Penggunaan bom ini sudah sering digunakan dua kelompok nelayan Buton dan nelayan Serasan. Mereka menggunakan Trinitrotoleuna (TNT) rakitan pabrikan dan bom rakitan tradisional.

“Pengembangan sementara, TNT yang digunakan nelayan bukan rakitan. Tapi berasal dari pabrikan, biasa digunakan militer, peledak jenis itu tidak mudah didapat,” kata Dandalan Ranai Kolonel Laut (P) Arif Badrudin, Senin (27/6).

Menurut Danlanal, TNT tersebut diselundupkan dari luar Natuna. Dari pengakuan nelayan yang diamankan, bahan peledak dibeli dari Iwan dan Ijal, warga Serasan, seharga Rp 400 ribu per batang. Mereka juga penampung ikan.

“Sekarang Iwan dan Ijal buron, sudah melarikan diri dari Serasan. Tapi kemungkinan besar TNT diselundupkan dari Kalimantan atau Malaysia,” ujar Arif.

Dikatakan Arif, TNT digunakan dengan kedalam air sekitar 30 sampai 40 meter dari permukaan air laut. Sehingga saat beroperasi tidak terlihat secara kasat mata.

“TNT selama ini dianggap barang biasa dan disimpan di rumah nelayan sendiri,” ujar Arif.

Selain menyita TNT aktif yang belum digunakan, Lanal Ranai juga menyita 130 kilogram pupuk sebagai bahan racikan bom dari nelayan. Pupuk merupakan produk Malaysia.

“Nelayan juga sudah meracik bom, dari bahan korek api dan pupuk. Satu karung pupuk dibeli nelayan seharga Rp 1,2 juta berisi 25 kilogram pupuk,” kata Arif.

Sebelumnya Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Ranai menangkap tangan 9 nelayan sedang mengebom ikan di perairan Kecamatan Serasan, menggunakan KRI Teuku Umar.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar