Penumpang Pelni dari Karimun Turun, Penumpang Domestik Malah Naik

987
Pesona Indonesia
KM Kelud membawa pemudik dari Karimun tujuan Jakarta, kemarin. foto:tri haryono/batampos
KM Kelud membawa pemudik dari Karimun tujuan Jakarta, kemarin. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – PT Pelni pada tahun ini, tidak menambah jadwal pelayaran KM Kelud dari Tanjungbalai Karimun menuju Tanjungpriok Jakarta. Pada Selasa (27/6), saat peak season KM Kelud hanya mengangkut 307 penumpang mudik tujuan Jakarta. Sedangkan yang turun dari Jakarta hanya 97 orang, sehingga total dari awal puasa hingga hari terakhir yang berangkat menggunakan kapal Pelni hanya 805 penumpang.

”Kalau tahun ini turun drastis. Pada musim mudik 2015 lalu, peak season tujuan Jakarta mencapai 800 penumpang,” kata staf PT Pelni cabang Tanjungbalai Karimun.

Namun, untuk tujuan Jakarta pihaknya juga tetap masih menjual tiket. Ditanggal 2 Juli nanti, tapi berangkat dari Batam dengan menggunakan kapal KM Umsini. Sedangkan, harga tiket sendiri tidak ada kenaikan.

”Untuk tujuan Jakarta masih ada, kapal tambahan KM Umsini dari Batam. Sementara KM Kelud tidak masuk ke Tanjungbalai Karimun dan akan masuk lagi usai lebaran nanti pada tanggal 14 Juli,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Lala dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjungbalai Karimun M Yusuf mengatakan, pada H-15 hingga H-11 ini jumlah penumpang yang berangkat naik 24,9 persen di bandingkan tahun lalu. Dengan total keseluruhan baik itu dari pelabuhan domestik maupun pelabuhan international tujuan Singapura dan Malaysia mencapai 14,928 penumpang.

”Kita prediksikan pada Sabtu nanti arus puncaknya. Sebab, yang dari luar negeri datang ke Karimun. Mereka akan melanjutkan pulang ke kampung halamanya melalui kapal feri ke berbagai tujuan. Rata-rata tujuan Riau Daratan,” paparnya.

Hal yang sama juga terjadi di pelabuhan rakyat Sri Tanjung Gelam, arus mudik sudah terasa saat ini yang rata-rata keberangkatan mencapai 800 orang satu harinya. Pada H-11 lalu bisa mencapai 1.024 orang yang pulang ke berbagai pulau yang ada di kabupaten Karimun. Seperti, Selat Belia, Buru, Moro, Durai, Tanjungbatu maupun lintas kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri dan luar Kepri.

” Hingga, saat ini tidak ada kendala di lapangan. Baik itu fasilitas di pelabuhan maupun, saat keberangkatan,” ungkapnya.

Pantauan di Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun, para penumpang KM Kelud menggunakan kapal pompong untuk sampai di kapal milik Pelni tersebut. Karena, hingga saat ini belum ada pelabuhan yang bisa disandari kapal Pelni.

”Nggak dapat seat, ngak masalahlah bang. Yang penting mudik ke kampung, ” singkat Suci salah seorang penumpang Pelni sambil membawa barang bawaaannya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar