PT SUN Resort Diserbu Lalat dan Bau Busuk dari Ternak Ayam

1031
Pesona Indonesia
 Sunny Sukardi mempresentasikan soal rencana iven besar bertaraf internasional yang bakal digelar PT Sun Resort. foto:harry/batampos
Sunny Sukardi mempresentasikan soal rencana iven besar bertaraf internasional yang bakal digelar PT Sun Resort. foto:harry/batampos

batampos.co.id – PT SUN Resort mengeluhkan keberadaan peternakan ayam yang berdiri ditengah-tengah antara pemukiman warga dan kawasan pembangunan PT SUN Resort di Desa Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur (Bintim). Pasalnya perternakan ayam milik Go Nguan Heng diatas lahan seluas 4 Haktare (Ha) ini mendatangkan lalat dan bau busuk yang bisa menyembabkan gangguan kesehatan.

“Kawasan kita diserbu hama lalat dan bau busuk. Masalah ini sudah kita laporkan ke camat dan lurah sejak 13 Januari 2016 lalu melalui lisan maupun surat dengan Nomor 047/ISC-Out/I/2016. Namun pihak kecamatan dan kelurahan belum berikan soslusinya kepada kita hingga saat ini,” ujar Presiden Direktur (Presdir) PT SUN Resort, Sunny Sukardi, Senin (27/6).

Dikatakannya, di kawasan Desa Batu Licin ini akan disulapnya menjadi sebuah kawasan pariwisata terpadu yang megah nan indah. Bahkan ambisinya kawasan ini akan menjadi pilot project dunia yang akan memiliki hotel, resort, villa, mall, sekolah, rumah sakit dan ruang terbuka hijau dengan hutan mangrove terbesar di mancanegara.

Namun, capaian itu semua bisa gagal jika kondisi lingkungan tidak mendukung. Salah satunya adanya perternakan ayam di kawasan ini yang menimbulkan hama lalat dan bau busuk yang menyengat dari kotoran dan pembuangan limbah sembarangan. Padahal untuk menciptakan kawasan yang megah nan indah butuh udara dan kondisi yang bersih dan sehat. Jika tidak, dapat dipastikannya wisatawan maupun investor tak akan berkeinginan menginjakan kakinya ke kawasan ini.

“Udara segar dan lingkungan yang bersih itu mutlak dimiliki kawasan pariwisata. Karena jika tidak, tak ada yang mau menghampiri kawasan tersebut apalagi untuk bertandang lebih lama. Jadi kita mohon kepada instansi terkait bisa mencarikan solusinya,” kata pria kelahiran Desa Batu Licin tersebut.

Camat Bintan Timur, Hasan mengakui adanya laporan dari masyarakat dan PT SUN Resort mengenai keberadaan peternakan ayam yang menimbulkan hama lalat dan bau yang tak sedap. Sehingga dengan menindaklanjutinya, ia dan kelurahan beserta Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perternakan (Distanhutnak) Bintan melakukan pengecekkan dan pemeriksaan peternakan ayam tersebut.

“Kita sudah melakukan pengecekkan dan pemeriksaan beberapa waktu lalu. Bahkan kita sudah memanggil pemilik ternak ayam tersebut,” katanya.

Dari hasil pengecekkan, pemeriksaan dan pemanggilan kepada pemilik peternakan, Go Nguan Heng, lanjutnya, bahwa usaha peternakan dimaksud tidak sesuai dengan prosedur dalam pengelolaan peternakan ayam. Bahkan pemiliknya tak mengantongi atau tak memiliki izin dari beberapa instansi terkait diantaranya dari Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Distanhutnak, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM).

Mendasari dari itu semua, sambungnya, pihak kecamatan dan kelurahan sepakat untuk melakukan penghentian aktivitas pemasukkan ayam atau bibit ayam baru serta ayam telur dan pemindahan semua ayam ke lokasi lain. Karena lokasi yang digunakan untuk peternakan ayam saat ini akan ditutup selamanya.

“Kita memberikan waktu atau jatuh tempo kepada pemilik peternakan usai lebaran atau pertengahan Juli 2016 mendatang. Kalau tak mengindahkan juga, kita akan minta Satpol PP bertindak tegas,” tegasnya.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Lurah Gunung Lengkuas, Ivan Golar Riady membantah jika ia menyetujui penutupan peternakan ayam yang dirintis Go Nguan Heng di Desa Batu Licin, sekitar kawasan PT SUN Resort. Memang peternakan itu tak mengantongi izin resmi tetapi jika peternakan itu ditutup banyak masyarakat setempat yang menganggur.

“Kemarin warga datangi saya. Kalau ditututp mereka akan datangi kantor lurah untuk meminta kerja. Bahkan mereka yang berasal dari Timses Apri Sujadi-Dalmasri Syam (Asri) akan mengancam berbuat sesuatu. Jadi saya tak setuju jika peternakan itu ditutup,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar