Siswa Tempatan Tidak Diterima, Puluhan RT dan RW Protes SMAN 4 Batam

857
Pesona Indonesia

sma-negeri-4batampos.co.id – Puluhan ketua RT dan RW yang berada di Tiban lama, Sekupang mendatangi SMAN4 Batam. Pasalnya dari hasil PPDB yang dilaksanakan 20-22 Juni kemarin, banyak siswa yang tinggal di dekat lokasi sekolah tidak lolos seleksi penerimaan.

“Yang diterima kebanyakan merupakan siswa luar,” kata Sunario salah seorang perangkat RT setempat, Senin (27/6).

Menurutnya, kejadian ini sudah sering terjadi, dari tahun ke tahun selalu saja siswa tempatan tidak bisa bersekolah di SMAN4. “Bukan soal gratisnya, tapi jarak sekolah dengan tempat tinggal juga menjadi alasan orangtua ingin menyekolahkan anaknya di sini (SMAN4,red),” ujar pria 49 tahun ini.

Dia berhaarap pihak sekolah, maupun Dinas Pendidikan Kota Batam bisa mendengarkan protes yang disampaikan oleh ketua RT dan RW ini. “Kami hanya mewakili suara hati orangtua,” kata dia.

Sementara itu Ketua Panitia PPDB SMAN4 Batam, Faisal Amri mengatakan penerimaan siswa dilakukan secara online, dan siswa yang diterima juga berdasarkan sistem yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kota Batam.

“Kami hanya pelaksana saja,” kata Faisal.

Tahun pelajaran 2016/2017 SMAN4 Batam menerima sebayak 246 siswa atau tujuh kelas, 20 persen diantaranya bina lingkungan, siswa tidak mampu, dan siswa yang berprestasi.

Dari 246 siswa yang diterima di SMAN4 Batam, 13 siswa merupakan siswa yang bertempat tinggal dekat lokasi sekolah atau bina lingkungan.

“Jumlah tersebut sudah sesuai dengan ketentuan, dan data domisi siswa yang kami terima,” imbuhnya.

Lanjutnya, dalam datadisebutkan jumlah siswa yang berdomisili di Tibanlama berjumlah sekitar 42orang, tadi RW menyampaikan 195, ada penambahan jumlah siswa. Oleh karena itu pihaknya meminta seluruh ketua RT/RW untuk membuat rekapan jumlah anak yang tinggal di dekat sekolah, dan diserahkan ke sekolah besok (hari ini, red).

“Selanjutnya akan kita serahkan ke Dinas Pendidikan, hasilnya kita tidak bisa menentukan,” tukasnya.(cr17)

Respon Anda?

komentar