Tak Aada Biaya Operasional, SPDN Antang Kini Tak Beroperasi

751
SPDN Antang yang tak beroperasi lagi karena tidak ada biaya operasional. foto:dok
SPDN Antang yang tak beroperasi lagi karena tidak ada biaya operasional. foto:dok

batampos.co.id – Kurang lebih sudah satu tahun Solar Paket Dealer Untuk Nelayan (SPDN) yang ada di Antang, Desa Tarempa Timur tidak beroperasi. Hal ini dikarenakan saat ini tidak ada dana operasional sehingga tidak ada uang untuk menebus BBM ke Pertamina sebanyak kurang lebih 70 ton solar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar, menjelaskan untuk mengoperasikan SPDN minimal pengelola butuh sekitar Rp 500 juta.

Sebenarnya tahun 2015 lalu sudah pernah diajukan biaya untuk operasional SPDN melalui pengelola, tapi ada kesalahan rekening. “Karena salah rekening, maka uang tidak bias dicairkan,” ungkapnya kepada wartawan.

Kemudian di APBD Perubahan tahun 2015 lalu juga sebenarnya sudah diajukan lagi biaya operasional untuk SPDN Antang. Tapi karena kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan, maka biaya operasional itu tidak bisa terakomodir.

“Dulu dianggarkan tapi salah rekening, jadi tidak bisa dicairkan. Sekarang diajukan lagi tapi tidak ada uangnya, jadi sama saja tidak bisa,” ungkapnya lagi.

Karena sudah tidak beroperasi lama, maka saat ini SPDN tampak kosong tanpa ada satu orangpun yang menjag. Bahkan dikabarkan ada lima karyawan yang bekerja di SPDN itu berhenti. “Dulu ada 5 karyawan, tapi sekarang sudah berhenti,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, SPDN tersebut berhenti beroperasi karena dibekukan oleh pihak pertamina lantaran saat itu masih memiliki tunggakan sebesar Rp120 juta. Belum diketahui secara pasti apakah uang tunggakan itu sudah dibayar atau belum oleh pihak pengelola.

Beberapa tahun lalu, pembekuan itu dicabut kemudian Pertamina juga siap memberikan BBM lagi kepada KINAS namun karena tidak ada biaya operasional hingga kini SPDN belum beroperasi.

Karena tidak beroperasi maka belum ada tabahan solar di Anambas. Adanya hanya sekitar 320 solar saja yang disalurkan melalui pemda. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar