Ambulance Rongsok RSUL Daik Harus Segera di Ganti

876
Pesona Indonesia
Ambulance RSUL Daik. foto:hasbi/batampos
Ambulance RSUL Daik. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Fasilitas Kesehatan di Daik, ibukota Kabupaten Lingga, belum memuaskan. Hal tersebut terlihat dari sejumlah fasilitas seperti mobil ambulance untuk angkutan pasien yang semakin rongsok sehingga tidak layak pakai. Minimnya keuangan daerah, menjadi alasan dinas terkait tidak membenahi fasilitas kesehatan Rumah Sakit Umum Lapangan (RSUL) tersebut.

Pantauan dilapangan, RSUL yang berada tepat di pusat kota, Jalan Masjid Sultan Lingga tersebut menjadi satu-satunya RS rujukan bagi warga Kabupaten Lingga. Baik Kecamatan Lingga Timur maupun Lingga Utara serta wilayah pesisir lainnya. Terdapat tiga unit mobil ambulance di RSUL Daik. Namun, hanya satu unit ambulance yang aktif.

Selain itu, fasilitas angkutan bagi pasien yang menggunakan layanan RSUL ini kerap mendapat keluhan warga terlebih lokasinya begitu jauh hingga kepelosok dengan akses jalan dan kendaraan yang tidak memadai. Kurangnya perawatan ditengarai menjadi sebab kerusakan ambulance tersebut. Mobil tipe kijang dengan bamper copot berkarat serta lantai ruang mobil yang cuma dilapasi triplik karena sudah kropos.

“Sudah seharusnya diganti ambulance yang ada. Kasihan pasien dari tempat yang jauh kalau harus menggunakan fasilitas RSUL yang ada,” ungkap Ridwan warga Daik.

Kondisi ambulance yang ada dikatakannya tidak bisa dibayangkan jika harus membawa pasien yang mau melahirkan dari Kecamatan Lingga Timur. Dengan kondisi 34 kilometer jalan rusak ditambah fasilitas ambulance yang ada menurutnya hanya akan menyulitkan dan membahayakan pasien.

“Kalau ada pasien yang hamil, mungkin langsung melahirkan diatas ambulance. Harus digantilah, bikin sengsara ambulance itu” ujarnya.

Terkait hal ini, Batam Pos (grup batampos.co.id) menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Lingga, Ignatius Luti. Ia mengakui kondisi ambulance yang ada begitu memperihatinkan. Sejak tiga tahun terakhir disampaikannya, pihak dinas telah mengusulkan kepada pemerintah daerah pengadaan mobil ambulance yang baru. ” Tiga tahun terakhir sudah kita usulkan. Tapi karena, keuangan daerah kita defisit berkali-kali tidak bisa diadakan,” papar Luti.

Namun begitu, ia meyakinkan jika dalam waktu dekat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dinas kesehatan akan segera mendapat dua unit ambulance. “Tahun 2016 ini juga melalui dana DAK, kita dapat dua unit. Bukan dari APBD tapi dari pusat. Paling lambat setelah APBD Perubahan 2016 nanti,” tutup Luti. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar