Banyak Kegiatan Belum Terakomodasi pada 2016

1091
Pesona Indonesia
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat memimpin rapat paripurna. foto:humas pemprov
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat memimpin rapat paripurna. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau belum dapat melanjutkan pembahasan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan dalam waktu dekat ini. Pasalnya, masih terlebih dahulu menunggu angka pasti dari sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.

“APBD Perubahan itu yang ditunggu silpanya. Berapa angka silpa dari tahun lalu ini yang masih kami tunggu laporannya dalam waktu dekat ini,” kata Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak, usai sidang paripurna, Senin (27/6).

Karena angka silpa, sambung Jumaga, menjadi landasan dasar sebelum menentukan angka-angka pada perubahan susunan APBD tahun ini. Terlebih, tak dipungkiri Jumaga, masih banyak kegiatan pemerintah daerah di tahun 2016 ini yang belum terakomodasi.

“Kalau silpanya sudah keluar langsung kami gesa pembahasan APBD Perubahan,” tegas politisi dari Fraksi PDIP ini.

Satu di antara sumber silpa yang bakal sangat membantu dalam pembiayaan belanja daerah adalah Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas tahun 2015 yang belum terbayarkan oleh pemerintah pusat. Tidak boleh tidak. Kata Jumaga, dana itu harus terbayarkan semua.

Serangkaian dengan perumusan angka pasti silpa, Jumaga meminta kepada Panitia Khusus Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Kepri 2015 agar segera merampungkan pembahasan selambat-lambanya dalam waktu tiga minggu kerja. Menurut Jumaga itu tenggat yang realistis mengingat pada paripurna kemarin, seluruh anggota Pansus tidak ada yang menyatakan keberatan.

“Semua sudah sepakat untuk langsung membahas. Sudah tidak ada masalahnya lagi,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar