Daging Impor Ilegal Marak di Batam, KPPU Tuding Bea Cukai Tutup Mata

838
Pesona Indonesia
Kepala KPPU KPD Batam Lukman Sungkar memberikan pemapran tentang penjualan daging pada acara forum Jurnalis di Hotel Zest, Rabu (22/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kepala KPPU KPD Batam Lukman Sungkar memberikan pemapran tentang penjualan daging pada acara forum Jurnalis di Hotel Zest, Rabu (22/6/2016). FOTO: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Batam tetap yakin data peredaran daging sapi yang masuk secara ilegal di Batam yang mereka miliki akurat, meski banyak yang meragukannya.

Sebelumnya, KPPU mencatat setiap hari ada 10 ton daging sapi ilegal yang beredar di pasaran Batam.

BACA: Daging Impor Ilegal Marak di Batam, Dinas KP2K Tak Tahu Sumbernya

Namun data ini pernah dibantah Bea dan Cukai (BC) Batam serta Balai Karantina Pertanian (BPK) Kelas I Batam. Mereka menyebut data KPPU tersebut tidak akurat.

Bahkan BC Batam menuding KPPU hanya sebagai corong pengusaha yang terlibat dalam persaingan bisnis daging di Batam.

“Kalau banyak yang mempertanyakan data itu, mari kita balik pertanyaannya. Apakah mungkin masyarakat Batam yang sebanyak 1,2 juta jiwa ini mengonsumsi hanya 1 ton daging sapi setiap hari?” ujar Kepala KPPU KPD Batam, Lukman Sungkar, saat ditemui di kantornya, Selasa (28/6/2016).

BACA : Catat, Indonesia hanya Impor Daging dari Australia dan NZ, Diluar Itu Ilegal !

Untuk itu Lukman mengaku akan serius mengusut kasus daging sapi ilegal ini. Bahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Kepri.

“Kapolda (Kepri) katanya ingin bertemu. Dirkrimsus (Direktur Reserse Kriminal Khusus) juga sudah menghubungi,” katanya.

Lukman menjelaskan, angka 10 ton daging impor ilegal yang beredar setiap hari di Batam itu merupakan data dari Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K) Batam. Ini selisih dari kebutuhan daging sapi masyarakat Batam dan kemampuan Batam memenuhi kebutuhan tersebut.

BACA : Daging Impor Ilegal Marak, Wako Batam: Kewenangan Pemko Cuma di Sapi Segar

Kebutuhan daging sapi masyarakat Batam, dihitung dari kebutuhan per kilogram per kapita per tahun, sebesar 11,57 ton per hari. Sementara kemampuan Batam untuk memenuhi kebutuhan tersebut hanya ditopang dari 0,56 ton daging segar dan 0,44 ton daging impor resmi setiap harinya. Ada tiga importir resmi yang memasok daging beku ke pasar setiap harinya.

Kata dia, Dinas KP2K Batam mengakui sepuluh ton daging itu ilegal. Mereka pun sering mendapatinya di pasar-pasar Batam. Namun, mereka mengaku tidak bisa melakukan penindakan.

Mereka juga tidak pernah berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM (Disperindag-ESDM) Kota Batam. Namun Bea Cukai tak pernah melakukan penindakan.

“Jadi mereka ini terkesan tutup mata dengan kondisi ini. Padahal, mereka bisa tahu dari serat-serat daging itu,” tuturnya lagi.

BACA: Ada Daging Alana di Pasar Mega Legenda

Keberadaan daging sapi impor ilegal ini akan menjadi berbahaya apabila daging itu ternyata tidak diimpor dari Australia dan New Zealand, negara resmi pengimpor daging sapi. Selain kesehatannya diragukan, kehalalan daging ilegal tersebut juga patut dipertanyakan.

“Saya pernah lihat, sapi-sapi yang kedapatan memiliki penyakit mulut dan kuku itu langsung dibakar semua. Ini kan menunjukkan begitu bahayanya penyakit PMK (penyakit mulut dan kuku, red) itu,” katanya.

Selain itu, daging sapi impor juga dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap pasokan di kemudian hari. Sebab, keberadaan daging sapi ini menguasai hingga 91,35 persen pasar Batam. Ketika mereka tertangkap, pasokan daging di Batam akan bergejolak.

“Karena pasokan daging tentu akan berkurang,” katanya.

Terkuaknya peredaran daging sapi impor ilegal di Batam ini terjadi ketika KPPU tengah meneliti harga-harga bahan pangan. Tidak hanya daging. Tetapi juga bawang putih, bawang merah, cabai, beras, dan gula. Penelitian ini berlangsung secara nasional di seluruh KPD KPPU.

“Kami ingin mencari kartel pangan,” ujarnya lagi.

Namun, ia dikagetkan dengan data ketersediaan daging sapi di Batam. Sebagian besar kebutuhan daging di Batam ternyata dipasok secara ilegal. KPPU tidak akan bisa meneliti kartel daging sapi karena sebagian besar ketersediaan daging sapi itu dipasok secara ilegal.

“Itu ranahnya kepolisian,” katanya.

Lukman berharap banyak pada pihak kepolisian untuk mengungkap peredaran daging sapi impor ilegal ini. Sebab, ini memiliki kaitan langsung dengan masyarakat sebagai konsumen.

“Kami juga berharap dengan kepemimpinan Pak Tito (Komjen Pol Tito Karnavian, red) ini. Karena ketika beliau jadi Kapolda Metro (Jaya) dulu, dia sangat mendukung penghapusan kartel pangan,” tutur Lukman. (ceu/leo/she/ska/cr13/koran bp)

Respon Anda?

komentar