DPRD Natuna Mendadak ke Dinkes, Cek Vaksin Palsu atau Tidak

1111
Pesona Indonesia
Raja Marzuni, Ketua Komisi I DPRD Natuna berkonsultasi dengan dinas kesehatan, terkait maraknya peredaran vaksin imunisasi palsu. foto:aulia rahman/batampos
Raja Marzuni, Ketua Komisi I DPRD Natuna berkonsultasi dengan dinas kesehatan, terkait maraknya peredaran vaksin imunisasi palsu. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Natuna Raja Marzuni bersama anggotanya Eri Marka mendadak mendatangi puskesmas dan dinas kesehatan, Selasa (28/6). Kedatangannya untuk memastikan vaksin imunisasi yang beredar di Natuna tidak palsu.

Dikatakan Marzuni, sejak terungkapnya peredaran vaksin palsu pekan lalu, DPRD cemas, sebab dampaknya juga beredar di Natuna.

“Kami harapkan dinas kesehatan memastikan, supaya tidak timbul kecemasan vaksin palsu, apalagi beredarnya sudah lama, kalau perlu vaksinya diuji lagi,” kata Marzuni.

Kecemasan tersebut dibantah Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Hukmat Aliansyah. Ia mengatakan vaksin yang beredar di Natuna merupakan vaksin asli dari Kementeriam Kesehatan.

Pendistribusiam vaksin imunisasi untuk Natuna, kata Hikmat, melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kepri. Vaksin itu gratis dan daerah hanya mengeluarkan biaya pengiriman.

“Di Natuna, vaksinnya dari dinas kesehatan. Dijamin asli, karena disalurkan dari dinas kesehatan provinsi. Dari Kementerian Sesehatan pun itu gratis,” jelas Hikmat.

Dikatakan Hikmat, vaksin imunisasi yang beredar termasuk di dokter praktik, berasal dari dinas kesehatan. Diberikan gratis karena membantu. Namun mereka hanya mengambil keuntungan dari biaya profesi.

Vaksin palsu yang ditemukan itu, sambungnya, biasa di rumah sakit swasta. Berbeda dengan rumah sakit pemerintah. Kementerian Kesehatan sudah bekerjasama dengan biofarma memproduksi vaksin secara gratis untuk masyarakat.

“Saya rasa untuk Natuna aman, tidak palsu, karena distribusinya sangat ketat. Dinas kesehatan juga menyalurkan vaksin imunisasi ke puskesmas dan puskesmas pembantu, termasuk dokter praktek,” ujarnya.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar