Jokowi: Kasus Vaksin Palsu Kejahatan Luar Biasa, Usut Tuntas

835
Pesona Indonesia
Presiden Joko Widodo. Foto: youtube
Presiden Joko Widodo. Foto: youtube

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal kejahatan vaksin palsu yang telah berlangsung belasan tahun.

BACA: Vaksin Palsu Menyebar, BPOM Akui Teledor

Jokowi meminta pengusutan kasus vaksin palsu dilakukan dengan sangat serius. Kejahatan tersebut, tutur Jokowi, sudah berjalan lama, 13 tahun, sehingga harus betul-betul ditelusuri.

Baca Juga: Bareskrim Janji Telisik Kekayaan Tersangka Vaksin Palsu

’’Ini sebuah kejahatan luar biasa,’’ ujar Jokowi usai berbuka puasa bersama anak yatim dan penyandang disabilitas di Istana Bogor, Selasa (28/6/2016).

Jokowi menuturkan, apabila anak-anak tidak divaksinasi, maka untuk jangka panjang akan berdampak buruk bagi SDM Indonesia.

BACA: Vaksin Palsu Menyebar, BPOM Akui Teledor

Meskipun dia belum mendapatkan laporan daerah mana saja yang terdapat peredaran vaksin palsu, Jokowi menyatakan sudah memerintahkan penelusuran secara detail. Baik kepada Kapolri maupun Menkes.

BACA: Mewahnya Hidup Pasangan Tersangka Vaksin Bayi Palsu

Dia berharap kasus tersebut tidak terulang lagi. ’’Berikan hukuman yang seberat-beratnya, baik yang memproduksi, yang mengedarkan, memasarkan, semuanya,’’ tegas mantan Gubernur DKI Jakata itu. Termasuk apabila memang ada oknum-oknum di pemerintahan yang terlibat dalam jaringan vaksin palsu itu.

BACA: Lagi, Pemasok Vaksin Palsu Dibekuk di Hotel Mewah

Disinggung mengenai upaya pencegahan ke depan, Jokowi menolak menjelaskan. Untuk saat ini, dia meminta para pembantunya fokus pada penyelesaian persoalan tersebut, dan belum akan bicara mengenai upaya pencegahan ke depan.

BACA: Vaksin Palsu Menyebar, BPOM Akui Teledor

Sebagai contoh, tutur Jokowi, sejumlah anak sudah dianggap divaksinasi polio. Ternyata, diketahui vaksin yang digunakan tersebut palsu. Itu artinya anak tersebut belum divaksin.

Baca Juga: Bayi Meninggal Usai Imunisasi, Awal Pengungkapan Vaksin Palsu, Sudah Berlangsung Belasan Tahun

’’Akan seperti apa anak-anak kita nantinya. Ini sangat berbahaya sekali,’’ tambahnya. Dia menjanjikan bakal memberikan keterangan lebih lanjut setelah ada perkembangan terbaru. (bil/byu/jpgrup)

Baca Juga: Ngeri, Vaksin Bayi Palsu Masuk Apotek, Mabes Polri Ungkap Sindikatnya

Respon Anda?

komentar