Kader Demokrat Terjaring OTT KPK, SBY Rapat Mendadak

1148
Pesona Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Foto: istimewa
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kader Partai Demokrat kembali terseret kasus dugaan suap dan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi pemberantasan Korupsi, Selasa (28/6/2016) malam.

Mendapat informasi tak enak itu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menggelar rapat mendadak.

BACA: Anggota DPR RI Terjaring OTT KPK Kader Partai Demokrat

SBY ingin mengetahui lebih jauh ihwal penangkapan Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demorkat, I Putu Sudiartana.

‎”Bapak (SBY) melakukan rapat unsur pimpinan DPR dan fraksi, baik ketua dewan kehormatan, sekjen, rapat untuk mendapatkan informasi yang lengkap, di Cikeas,” ujar Juru Bicara Demokrat Imelda Sari saat dihubungi, Rabu (29/6/2016). ‎

Sejauh ini, Demokrat masih menunggu kabar pasti dari KPK.

“Menyangkut bukti secara hukum terkait kasus itu. Partai ingin tahu kasus apa‎,” terangnya.

BACA: Anggota DPR RI Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Kepastian KPK juga penting untuk menerangkan posisi Putu sebagai wakil bendahara umum di partai berlambang mercy itu.

“Posisi wabendum di partai apakah itu conected dengan kasus KPK, apa terkait individual atau partai, ya sabar tunggu KPK,” tutur Imelda.

Namun, yang pasti, Demokrat tegas menindak anggotanya jika terlibat korupsi.

“Kalau buat kami ada pakta integritas jika seseorang menyalahi pakta integritas ya ada konsekuensinya. ‎Demokrat konsisten pemberantasan korupsi seperti yang dikatakan ketum‎,” ujarnya.

Putu terjaring OTT KPK pada Selasa 28 Juni sekitar pukul 21.20 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu lokasi penangkapan yakni di rumah dinas anggota DPR, Ulu Jami, Jakarta Selatan.

Penyidik langsung membawa anggota DPR bersama dua staf komisi hukum itu dan seorang dari pihak swasta.

Selain itu, KPK juga menyita sejumlah dokumen yang dikemas dalam dua kardus. Hingga Rabu pagi, mereka masih menjalani pemeriksaan di KPK. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status orang yang ditangkap.

Ketua KPK Agus Raharjo membenarkan penangkapan tersebut, namun ia menjanjikan akan memberkan setelah proses pemeriksaan rampung. (JPG)

Respon Anda?

komentar