Orangtua Siswa Geruduk SMKN 5 dan Disdik Batam

970
Pesona Indonesia
Orangtua siswa geruduk SMKN 5 Batam. Mereka protes anaknya tak lolos seleksi PPDB 2016. Foto: eusebius sara/batampos
Orangtua siswa geruduk SMKN 5 Batam. Mereka protes anaknya tak lolos seleksi PPDB 2016. Foto: eusebius sara/batampos

batampos.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Batam masih diwarnai protes orang tua calon siswa. Mereka menduga ada banyak permainan dalam penerimaan siswa baru.

Di SMKN 5 Batam, misalnya, Se;asa (28/6/2016) sejumlah orang tua calon siswa menilai pihak sekolah tak transparan dalam proses penerimaan siswa baru.

Seorang wali murid, Erlita, mengatakan anaknya tak lolos dalam PPDB online di SMKN 5 Batam. Padahal nilai rata-rata anaknya 7,8. Sementara dalam daftar siswa yang diterima ada yang nilainya 6, bahkan 5.

“Saya tinggal di kaveling sini dekat sekolah dan termasuk orang kurang mampu, persyaratan semua lengkap kenapa malah anak-anak dari jauh dan nilainya di bawah dari anak saya yang lolos. Sistem macam apa ini,” kata Ernita dengan nada kesal.

Selain itu, hasil PPDB yang diterima dan diumumkan di sekolah tersebut hanya PPDB hasil online. Padahal sebelumnya saat pendaftaran banyak orangtua mendaftarkan anaknya melalui jalur offline yang dijadwalkan untuk anak bina lingkungan, prestasi dan kurang mampu, namun itu tak diakomodir dalam daftar pengumuman hasil PPDB yang ada.

“Jadi apa gunanya kemarin saat daftar minta surat miskin,” kata Sasmita, orang tua calon siswa lainnya.

Menanggapi keluhan dan aksi protes itu, pihak sekolah mengaku tak bisa berbuat banyak. Sebab prosedur penerimaan siswa sudah melalui sistem online dari Disdik Batam. Bahkan pihak sekolah mengaku angkat tangan dengan desakan orang tua siswa itu.

Kepala SMKN 5 Batam, Agus Syarir menjelaskan, jumlah pendaftar di sekolahnya mencapai 767 orang, sementara daya tampung hanya 400-an saja. Yang diterima online 360 siswa, sisanya untuk offline (bina lingkungan, prestasi, dan tidak mampu) bukan kewenangan sekolah.

“Keputusan tetap di Disdik dan Wali Kota,” kata Syarir.

Aksi protes juga terjadi di Kantor Disdik Kota Batam, kemarin. Di antara warga yang protesĀ  itu terdapat puluhan orang tua calon siswa SMA Negeri 5 Batam. Mereka memprotes proses penerimaan siswa di sekolah tersebut, khususnya untuk jalur bina lingkungan.

“Tahun lalu anak saya diterima, yang sekarang kok tidak. Padahal rumah saya hanya berjarak sekitar 400 meter dari sekolah,” kata seorang warga, Asih Agustina.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan saat ini pihaknya masih membahas dengan pimpinan terkait anak bina lingkungan.

“Sebenarnya dari jumlah siswa yang diterima di SMAN 5, Sagulung, sudah ada 10 persen anak bina lingkungan, 5 persen anak berprestasi, dan anak tidak mampu,” jelas Muslim.

Kata dia, aksi protes ini terjadi karena kebanyakan warga memaksakan anaknya masuk ke sekolah negeri. Jika semua diakomodir, maka sekolah swasta tak akan mendapatkan siswa.

“Nanti mereka marah kalau seluruh siswa kita akomodir, lalu sekolah mereka akan mati, ini yang juga harus menjadi kebijakan kita bersama,” katanya. (koran bp/nur)

Respon Anda?

komentar