Pemilik Ganja Dituntut 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 2 Miliar

1231
Pesona Indonesia
Dua terdakwa penyelundup ganja saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. foto:osias/batampos
Dua terdakwa penyelundup ganja saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. foto:osias/batampos

batampos.co.id – Suherman bin Boiman (31), terdakwa kepemilikan ganja sebanyak 19 kilogram dan rekannya Swandi bin Mirsan (43), sama-sama dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjungpinang, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (28/6).

Dalam tuntutannya, JPU Yuri Prasetya menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkoba sebagaimana dalam dakwaan subsider melanggar pasal 111ayat 2 jo pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika.

”Kami meminta kepada majelis hakim untuk menghukum kedua terdakwa dengan hukum 20 tahun penjara dan denda Rp 2 milliar subsider 2 bulan penjara dipotong selama menjalani persidangan dengan perintah tetap di tahan,” ujar Yuri membacakan tuntutannya.

Atas tuntutan yang diberikan JPU, kedua terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukum ini menyatakan menerima. Namun demikian, kedua terdakwa akan mengajukan pembelaan secara tertulis.

Setelah mendengar pembacaan tuntuan oleh JPU dan penyampaian kedua terdakwa. Majelis hakim yang dipimpin Elyta Ras Ginting didampingi dua hakim anggota Jhonson Fredy Erson Sirait dan Iriaty Khoirul Ummah menyatakan menunda persidangan pada (20/7) mendatang dengan agenda mendengarkan pembacaan pembelaan oleh kedua terdakwa.

Dalam persidangan sebelumnya terungkap, terdakwa Suherman telah membawa narkotika jenis ganja ke Tanjungpinang sebanyak empat kali. Pertama kali dirinya membawa ganja ke Tanjungpinang seberat lima kilogram, kedua terdakwa membawa ganja seberat 10 kilogram, ketiga sebanyak lima kilogram dan yang terakhir seberat 19 kilogram.

Sementara itu, terdakwa dalam dakwaanya, JPU Yuri Prasetya, mendakwa kedua terdakwa dengan dakwaan berlapis, melanggar pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika dalam dakwaan primer dan pasal 111 ayat 2 jo pasal 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika dalam dakwaan subsider.

Dalam uraiaan dakwaan, JPU menjelaskaan kedua terdakwa, ditangkap penyidik BNNP Provinsi Kepri, sekitar pukul 18.00 WIB di Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura, Rabu (24/2) lalu. Dari penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan, didapati dari tas kedua tersangka narkotika jenis ganja sebanyak 19 bungkus dengan berat 19,911 Kilogram.

Dari pengakuan terdakwa ke polisi, keduanya merupakan warga Lubuk Pakam Medan dan membeli 19 Kg lebih narkotika jenis ganja itu dari seseorang bernama Mahmud (DPO) dan selanjutnya membawa barang haram itu, dari Medan ke Dumai menggunakan Ferry Dumai Exspress ke Tanjungpinang.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar