Ini Kronologis Bentrokan Di Perumahan Millenium Mantion

615
Pesona Indonesia
Tersangka memperagakan adegan penganiayaan terhadap pria berkebutuhan khusus yang nyelonong di Perumahan Winner Milenium Bengkong, Selasa (22/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Tersangka memperagakan adegan penganiayaan terhadap pria berkebutuhan khusus yang nyelonong di Perumahan Winner Milenium Bengkong, Selasa (22/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Tiga petugas keamanan perumahan Winner Millenium Mantion, Bengkong, yakni Fanohugo Sihura, Agustinus dan Sarif Sahala, menjadi terdakwa setelah menewaskan Derman Deran akibat perkelahian yang terjadi Januari lalu. Hal ini diperjelas saat sidang beragendakan saksi, Selasa (28/6) di Pengadilan Negeri Batam.

Saksi Sudarto merupakan salah satu penghuni perumahan Winner yang melaporkan ke pihak polisi saat kejadian peristiwa. “Waktu itu sudah tengah malam, dengar ribut-ribut dan istri langsung lihat keluar rumah. Rupanya ada orang berantam, jadi istri saya histeris,” ujar saksi Sudarto.

Mendengar teriakan sang istri, Sudarto pun bergegas keluar dan melihat kegaduhan yang terjadi. “Saya lihat mereka bergulat, kepala korban sudah bocor karena kebentur. Saya pun langsung hubungi polisi Polsek Bengkong,” katanya.

Tidak lama berselang, lanjutnya, polisi tiba. Kondisi korban sudah lemas tidak berdaya, namun tiga satpam yang terlibat juga babak belur karena mendapat perlawanan dari korban. Hingga tiba di Rumah Sakit, didapati luka robekan pada jantung korban yang menyebabkan ia meninggal dunia.

“Ketiga terdakwa juga langsung diamankan polisi malam itu juga,” jelas Sudarto.

Hal yang sama juga diungkap saksi lainnya, yang tak lain adalah penghuni perumahan Winner Millenium Mantion. “Perkelahiannya cukup alot. Mereka memakai balok sehingga warga susah untuk melerai,” ungkap saksi.

Dari pemaparan saksi-saksi itu, ketiga terdakwa yang didampingi tiga Penasehat Hukum (PH) itu membenarkan semua keterangan saksi. Selanjutnya, Hakim Ketua Syahrial, didampingi Hakim Anggota Taufik dan Yona Lamerosa, kembali menunda sidang hingga dua pekan (sesudah lebaran) dengan agenda tuntutan dari JPU Bani I Ginting.

Sesuai dakwaan, perkelahian terjadi berawal dari larangan yang tidak di dengarkan korban. Ketiga terdakwa yang sedang berjaga saat itu, melarang korban untuk memasuki perumahan Winner karena kondisi korban yang dibawah kendali minuman beralkohol. Korban tetap terus berjalan memasuki jalan-jalan di dalam perumahan, namun terus diikuti oleh terdakwa.

Sampai di depan salah satu rumah, korban menemukan kayu balok dan tiba-tiba langsung menghadang terdakwa yang mengikutinya dari belakang. Merasa tersakiti, terdakwa pun memberikan perlawanan kepada korban. (cr15)

Respon Anda?

komentar