Simpan Vaksin Palsu, BPOM Segel 28 Sarana Kesehatan

643
Pesona Indonesia
Petugas Puskesmas Sambau meneteskan vaksin polio kepada anak-anak warga Perumahan Citramas Nongsa, Jumat (11/3).  Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Petugas Puskesmas Sambau meneteskan vaksin polio kepada anak-anak warga Perumahan Citramas Nongsa, Jumat (11/3/2016).
Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Kasus vaksin palsu untuk bayi di Indonesia terus menggelinding.

Jika selama ini hanya Bareskrim Mabes Polri yang bergerak, kini berbagai instansi pemerintah pun mulai melakukan tindakan penanggulangan. Salah satunya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

BACA: Lagi, Pemasok Vaksin Palsu Dibekuk di Hotel Mewah

BPOM akhirnya menyegel stok vaksin tak resmi di 28 sarana kesehatan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPOM Tengku Bahdar Johan Hamid mengatakan, temuan ini didapat setelah investigasi yang dilakukan BPOM di daerah-daerah sejak 23 Juni lalu.

Dari hasil pengecekan vaksin di sarana kesehatan resmi seluruh Indonesia, pihaknya menemukan beberapa stok vaksin yang tak melalui jalur resmi. Stok-stok tersebut diakui tersebar di sembilan provinsi.

’’28 sarana itu tersebar di berbagai kota besar. Mulai Surabaya, Serang, Palu, Pekanbaru, Denpasar, hingga Mataram. Saat ini, kami sedang sampling untuk mengetahui isi dari vaksin tersebut,’’ jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/6/2016).

BACA: Mewahnya Hidup Pasangan Tersangka Vaksin Bayi Palsu

Dia menegaskan, stok-stok tersebut belum tentu palsu. Sebab, saat ini memang banyak vaksin yang disalurkan melalui jalur tak resmi. Terutama, vaksin impor yang harganya mencapai ratusan ribu rupiah satu ampul.

’’Perlu ditegaskan, ini masih diduga vaksin palsu karena melewati jalur tak resmi dan harganya cukup murah. Tapi, harus dites lebih dulu apakah benar isinya palsu,’’ terangnya.

Baca Juga: Bareskrim Janji Telisik Kekayaan Tersangka Vaksin Palsu

Hingga saat ini, sudah menemukan 12 produk vaksin yang dipalsukan. Antara lain:

  1. Vaksin Engerix B,
  2. Vaksi Pediacel,
  3. Eruvax B,
  4. Vaksin TT,
  5. Vaksin Polio bOPV,
  6. Vaksin Harvis.

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPOM dan Perusahaan Pedangan Farmasi Besar (PFB) seperti PT Biofarma, PT Sanofi, dan Glaxo Smith Kline (GSK).

’’Saat ini kami baru tahu isi dari vaksin tuberkulin yang palsu. Ternyata, isinya hanya 0,55 mililiter gentamisin, produk antiobiotik, yang dicampur air. Untuk kasus ini, sebenarnya isinya tak punya dampak bahaya. Namun, yang bahaya adalah orang tua sudah merasa anaknya terlindungi padahal tidak,’’ tegasnya.

Baca Juga: Bayi Meninggal Usai Imunisasi, Awal Pengungkapan Vaksin Palsu, Sudah Berlangsung Belasan Tahun

Dia pun mengaku bahwa langkah untuk mencegah konsumsi vaksin palsu sebenarnya sederhana. Masyarakat hanya perlu memastikan melakukan vaksin dari program pemerintah.

Sebab, vaksin tersebut datang dari jalur resmi yang sudah pasti asli. Namun, saat ini palsu memang ada karena beberapa sarana kesehatan yang tergiur oleh harga vaksin impor dengan harga miring.

’’Jadi, vaksin palsu ini tercipta karena masih banyaknya masyarakat yang meminta vaksin di luar program pemerintah. Vaksin-vaksin impor yang biasanya mahal. Sudah pasti jika ada harga, pasti ada oknum yang tertarik memalsukan,’’ jelasnya. (jpgrup)

Baca Juga: Ngeri, Vaksin Bayi Palsu Masuk Apotek, Mabes Polri Ungkap Sindikatnya

Respon Anda?

komentar