Parah, Tekong Dapat Komisi Rp 15 Juta Untuk Setiap TKI Yang ‘Dijual’

719
Pesona Indonesia

traffickingbatampos.co.id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang menetapkan Agus dan Toni sebagai tersangka penyelundupan 6 TKI ilegal. Kedua tersangka ini terbukti sebagai penyalur sekaligus tekong calon TKI.

“Setelah menjalani pemeriksaan, mereka kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, kemarin.

Dari pengakuan tersangka, mereka mendapat upah Rp 15 juta untuk meloloskan seorang TKI. Mereka bekerja sama dengan penyalur yang berada di Malaysia

“Jadi mereka penyalur dan ada yang menunggu di Malaysia,” tutur Memo.

Memo menegaskan masih melakukan penyelidikan terhadap seorang penyalur yang bekerja di Malaysia. Pelaku tersebut diketahui sebagai pengurus TKI saat berada di Malaysia.

“Ada seorang lagi yang masih kita cari. Sekarang keberadaannya belum diketahui,” paparnya.

Atas perbuatannya, sambung Memo, dua tersangka dijerat UU trifficking. Dimana tersangka turut menyembunyikan calon TKI itu di kawasan ruli Tanjungpiayu.

Sementara itu, Dedi, anggota organisasi Gerakan Anti Trifficking (GAT) Kepri mengatakan tengah mengurus kepulangan enam calon TKI tersebut ke kampung halamannya di Cianjur dan Sukabumi.

Calon TKI ini akan dijemput Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sat Reskrim Polresta Barelang bersama organisasi GAT berhasil mengagalkan pengiriman TKI ilegal pada 23 Juni lalu di SPBU Sukajadi.

Selain mengamankan 6 calon TKI, polisi mengamankan Agus dan Toni. Keduanya ditetapkan tersangka atas kasus ini. (opi)

Respon Anda?

komentar