Tragis, Pria Ini Tewas Terpanggang Api Saat Lebur Emas

987
Pesona Indonesia

foto esebius sara, lokasi kebakaranbatampos.co.id – Kebakaran hebat terjadi di rumah milik Beni Efen, 33 di perumahan Villa Paradise blok L nomor 12, Bukit Tempayan, Batuaji, Selasa (28/6) siang sekitar pukul 11. 00 WIB.

Kebakaran yang diduga karena ledakan tabung gas untuk alat lebur emas itu menyebabkan Asmi Iskandar, 20 tewas terpanggang api yang terbakar di lantai III rumah tersebut. Sementara Agus Saputra, 23 rekan Asmi sekarat dengan 60 persen luka bakar di sekujur tubuhnya. Kedua korban sama-sama dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, namun Asmi langsung dibawa ke kamar Jenazah dan Agus masih dirawat di ruangan IGD RSUD.

Tubuh Asmi mengalami luka bakar mencapai 100 persen. Kondisi luka bakar yang paling parah terlihat pada tubuh bagian atas mulai dari dada sampai kepala. Asmi juga mengalami luka bakar serupa namun hanya 60 persen sehingga nyawanya masih tertolong.

Informasi yang didapat di lapangan, kebakaran itu terjadi secara tiba-tiba di lantai tiga rumah yang sekaligus dijadikan lokasi peleburan emas itu. “Di lantai III itu, tempat mereka lebur emas dan perak, apinya secara tiba-tiba saja langsung besar di ruangan atas itu,” kata Meri saksi mata warga sekitar.

Melihat ada api dan asap yang mendadak muncul di lantai III rumah, warga sekitar bertariak minta tolong dan memanggail bantuan pemadam kebakaran. Namun sayang usaha warga yang menolong kedua korban terlambat. Kondisi api yang cepat membesar dalam ruangan di lantai III membuat Asmi tewas terpanggang api. Warga hanya bisa menolong Agus dalam kondisi separuh tubuhnya sudah terpanggang api.

Begitu juga dengan armada pemadam kebakaran yang datang hanya bisa memadamkan api yang tersisa saja. Sementara isi rumah di lantai paling atas sudah ludes terbakar.

Menurut warga sekitar memang tidak terdengar ledakan apapun sebelum kebakaran terjadi, namun dilihat dari kondisi di lokasi kebakaran diduga kuat karena ledakan atau sambaran dari alat pelebur emas atau perak yang sedang dikerjakan oleh kedua korban. “Mereka memang kerjanya untuk lebur emas di sini. Mereka ini pekerjanya abang (Beni Efen). Abang punya toko emas di Aviari,” kata Chandra, adik Beni Efen di lokasi kebakaran.

Kedua korban kata Chandra juga tinggal di rumah yang dijadikan sebagai tempat peleburan emas milik Beni Efen itu. Kedua korban tidak setiap hari melakukan aktifitas peleburan emas. “Paling seminggu dua kali, kalau nggak kerja (lebur emas) di sini, mereka ke toko di Aviari,” kata Chandra.

Selama ini aktifitas peleburan emas yang menggunakan peralatan tabung gas dan mesin kompresor itu berjalan normal adanya. “Cuman hari ini memang sial, tak tahu juga kenapa bisa terjadi (kebakaran). Saya di toko tadi saat kejadian,” kata Chandra.

Sejumlah anggota Mapolsek Batuaji yang melakukan olah TKP mendapati sejumlah barang bukti yang mengarah pada ledakan tabung gas untuk alat lebur emas, berupa dua mesin kompresor dan sejumlah alat sejenis kompor untuk peleburan emas yang tertinggal di dalam ruangan lantai III itu.

Kapolsek Batuaji Kompol Andy Rahmansyah, membenarkan kebakaran yang menelan korban jiwa itu. Namun demikian Andy belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kebakaran itu. “Nanti hasil uji labfor dulu. Sekarang kami fokus pada kedua korban dulu,” kata Andy.

Untuk tindak lanjut penyelidikan, jenazah korban yang tewas dalam kebakaran itu divisum dan sejumlah saksi termasuk pihak pemilik rumah dimintai keterangan.(eja)

Respon Anda?

komentar