6 Tersangka Korupsi Bansos Batam Dicekal Keluar Negeri

1056
Pesona Indonesia
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol
Ilustrasi korupsi dana bantuan sosial (Bansos). Sumber: rmol

batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri telah menetapkan enam tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Batam tahun anggaran 2011-2012.

BACA: Kejati Kepri Tetapkan Tiga Tersangka Baru Dugaan Korupsi Dana Bansos Batam

Keenam tersangka tersebut adalah:

  1. Aris Hardy Halim, mantan Ketua Persatuan Sepakbola (PS) Batam.
  2. KHairul, mantan Kabag Keungan Pemko Batam.
  3. Rustam Sinaga yang merupakan mantan manajer di PS Batam.
  4. JNK, Ketua umum Badan Musyawarah Guru (BMG) TPQ Kota Batam.
  5. HS, mantan Kasubag Bansos yang bertugas sebagai verifikator penerima dana instensif guru TPQ.
  6. Jd, yang sebelumnya menjabat Kabag Kesra Kota Batam.

Tiga nama terakhir ditetapkan tersanka Rabu (29/6/2016). Sementara tiga nama lainnya sudah ditetapkan tersangka beberapa bulan lalu.

BACA: Dikucurkan Rp 66 Miliar, Baru Rp 7 Miliar Dana Bansos Diselidik, Sisanya Menyusul

Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Kepri, Asri Agung Putra menegaskan, keenam tersangka belum ditahan, namun semuanya sudah dicekal bepergian keluar negeri.

“Supaya tidak melarikan diri keluar negeri,” ujar Asri.

Jumlah tersangka diperkirakan masih akan terus bertambah, karena dari Rp 66 Miliar dana Bansos yang dianggarkan, baru Rp 7 miliar yang selesai diusut pengunaanya. Selebihnya masih dalam proses.

”Masih ada sekitar Rp 59 milliar lagi, dana itu dikucurkan melalui beberapa SKPD,” kata Asri.

Baca Juga: Calon Tersangka Baru Kasus Bansos dari Disdik dan Biro Kesra Batam

Selain disalurkan untuk insentif guru TPQ dan PS Batam, Rp 66 miliar dana bansos dan hibah Pemko Batam juga dikucurkan ke beberapa pihak lainnya. Mulai dari instansi semi pemerintahan, instansi vertikal, dan kelompok masyarakat berbentuk organisasi.

“Ada juga yang disalurkan ke masyarakat perorangan,” katanya.

Rahmat merinci, Rp 66 miliar dana bansos dan hibah itu sebanyak:

  1. Rp 11,2 milliar lebih dihibahkan ke instansi vertikal,
  2. Rp 3,2 milliar lebih dihibahkan ke organisasi semi pemerintahan, s
  3. Rp 15,6 milliar lebih dihibahkan ke sekolah-sekolah swasta di Batam.
  4. Rp 22, 6 milliar lebih dihibahkan ke kelompok masyarakat berbentuk organisasi dan sebanyak Rp 14,8 milliar lebih dihibahkan ke masyarakat perorangan. (OSIAS/bp)

Baca Juga:
> Disebut Terlibat Korupsi Bansos, Agussahiman: Saya Siap Diperiksa
> Kejati Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Bansos Batam

Respon Anda?

komentar