8 Besar Euro 2016: Polandia vs Portugal Bakal Jadi Laga Menjemukan

749
Pesona Indonesia
Cristiano Ronaldo.  REUTERS/Rafael Marchante
Cristiano Ronaldo. REUTERS/Rafael Marchante

batampos.co.id – Jumat (1/7/2016) dini hari WIB, laga perempat final Euro 2016 akan mempertemukan Polandia lawan Portugal.

Namun, laga ini diprediksi berpotensi menjadi laga yang paling membosankan. Alasannya sederhana, performa keduanya di 16 besar lalu menjemukan.

Polandia melaju ke delapan besar setelah melalui adu drama penalti. Bermain imbang 1-1 lawan Swiss (25/6/2016), Robert Lewandowski dkk akhirnya menang 5-4 atas Swiss.

Sementara Portugal tak kalah memble ketimbang Polandia. Meski menang tipis 1-0 atas Kroasia (26/6/2016) 16 besar, Cristiano Ronaldo dkk tanpa shot on goal hingga extra time pertama! Bukan tak mungkin Portugal versus Kroasia lalu menggondol predikat laga paling menjemukan di Euro kali ini.

Dini hari nanti (1/7/2016) di Stade Velodrome bentrok keduanya dibayang-bayangi berbagai predikat buruk. Monoton, bikin ngantuk, atauoun laga tak bermutu. Apalagi kedua penggerak tim, Lewy, julukan Robert Lewandowski, dan Ronaldo belum juga menunjukkan kualitas kebintangan mereka.

Ronaldo seperti ditulis Goal Rabu (29/6/2016) memang belum menjanjikan. Namun setidaknya sudah ada dua gol yang dihasilkan dalam empat laga yang di Euro  ini. Sementara Lewy, baru mencetak gol ketika drama penalti lawan Swiss lalu.

“Saya selalu berkata mimpi pribadi saya adalah mempersembahkan trofi buat Portugal,” kata pemain Real Madrid itu.

“Meski sudah memenangi banyak gelar dalam karir saya, namun menang dengan Portugal adalah penting. Itu adalah mimpi besar yang harus dipenuhi,” tambah Ronaldo.

Partner Ronaldo di lini depan, Nani kepada A Bola kemarin (29/6) berkata sama seperti Ronaldo membawa Seleccao Das Quinas, julukan Portugal, juara adalah kebanggaan. Karena itu, jika Euro ini ibarat perang maka strategi yang dibutuhkan adalah habis-habisan.

“Saya merasa dalam fase terbaik untuk berkontribusi buat Portugal. Bermain, mencetak gol, dan membantu kesuksesan bagi Portugal,” ucap Nani.

Jika dilihat lini per lini, maka lini depan Portugal mendingan ketimbang Polandia. Sampai 16 besar lalu, Portugal menghasilkan lima gol. Sedang Polandia hanya tiga gol.

Akan tetapi, lini belakang Polandia jauh lebih kokoh ketimbang Portugal. Anak asuh Adam Nawalka tersebut baru kebobolan satu gol hingga 16 besar. Bandingkan Portigal yang sudah jebol empat gol dalam empat laga.

Artinya rata-rata angka kebobolan Portugal per laga adalah satu di Euro ini. Sedangkan Polandia rasio kebobolan per laga cukup kecil, hanya 0,25 gol per laga.

Arsitek Portugal Fernando Santos dalam Indian Express  kemarin berkata Polandia sangatlah berbahaya. Walau faktanya, agresifitas dan gol Biale Orly, julukan Polandia, masih di bawah Portugal. (dra/jpgrup)

Respon Anda?

komentar