Becak Motor Unik Ini untuk Wisatawan

961
Pesona Indonesia
Becak motor unti wisata di Tanjungpinang. foto:lara anita/batampos
Becak motor unti wisata di Tanjungpinang. foto:lara anita/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tanjungpinang menyiapkan empat becak motor. Becak motor ini ditujukan bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang berminat menikmati suasana Tepi Laut dan Kota Lama Tanjungpinang.

“Ini sebagai salah satu inovasi untuk memajukan pariwisata di Kota Tanjungpinang,” ujar Kadisparbud Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram, Rabu (29/6).

Becak motor tersebut direncanakan memiliki rute di sepanjang kawasan Tepi Laut, Taman Laman Bunda, dan seputaran Kota Lama. Karena diperuntukkan sebagai moda trasnportasi wisata, Esram meyakinkan bahwa angkutan tersebut tidak akan mengganggu moda angkutan darat lainnya. Karena ini tujuannya untuk pariwisata. Supaya ada daya tarik lain di Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Untuk tahap awal, pihak Disparbud baru menyediakan empat unit becak motor yang dilengkapi dengan ornamen melayu. Jika becak motor tersebut diminati, pihaknya akan kembali melakukan pengadaan. “Jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan anggaran, bisa diajukan di APBD-P 2016 ataupun APBD 2017 nanti,” ujarnya.

Empat becak motor itu, akan dilaunching pada malam takbir. “Nanti akan diikutkan dalam pawai sebagai sosialisasi ke masyarakat,” ujarnya. Sedangkan untuk tarif, pihaknya menunggu hasil Peraturan Wali Kota (Perwako).

“Kalau laris, kami akan bekerja sama dengan BUMD untuk mengelolanya dalam upaya peningkatan PAD,” ujarnya.

Sejumlah warga yang mengetahui adanya becak motor tersebut memberikan komentar beragam. Ada yang memberikan apresiasi, ada juga yang memberi tanggapan pesimis terhadap upaya Pemko mendatangkan wisatawan ke Kota Tanjungpinang.

“Bagus kalau ada becak seperti itu. Kalau di kota-kota besar kan ada, Seperti di alun- alun Jogja. Dan kendaraan tersebut bisa menjadi daya tarik wisatawan,” ujar Nurmalasari, warga Jalan Pemuda, kemarin.

Sementara, Anton warga Jalan Pramuka pesimis angkutan wisata tersebut dapat bertahan lama. “Mudah-mudahan tidak cuma sekedar semangat di awal saja, tapi kemudian tak dirawat dan tidak ada progres nyata,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar