Cabai Turun Harga, Pembeli Masih Sepi

368
Pesona Indonesia

sayurCabe-Merah-Naik_Nagoya---F-Rezza-Herdiyanto3batampos.co.id – Menjelang hari raya Idul Fitri, harga sayuran di pasar tradisional Ranai tetap stabil, bahkan ada yang turun harga dari biasa. Diantaranya cabai merah dan cabai rawit.

Pedagang sayuran di pasar tradisional Ranai mengaku, sudah beberapa hari terakhir harga cabai merah sudah turun Rp 10 ribu per kilogramnya. Semula Rp 60 ribu, kini hanya Rp 50 ribu per kilo gram.

Tidak hanya itu, harga cabai rawit pun mengalami penurunan drastis dari harga biasa Rp 40 ribu, kini dijual Rp 20 hingga Rp 25 ribu per kilogram.

Menurut Aini, 50, pedagang sayuran di pasar tradisional Ranai, menurunnya harga cabai merah tidak disebabkan stok komoditi tersebut banyak. Melainkan sepinya pembeli, meski sudah menyambut Lebaran.

“Apalagi cabai rawit, kan hasil pertanian lokal. Stok petaninya stabil. Tapi karena daya beli belum stabil, harganya murah, itu pun masih saja sepi,” tutur Aini.

Dikatakan, pembelian kebutuhan pokok hanya pada waktu tertentu mengalami kenaikan, yakni pada awal bulan, setelah pegawai pemerintah menerima gaji.

“Tetap sepi mas, ramainya kalau awal bulan. Kalau sekarang pegawai pada belum gajian,” ujarnya.

Seperti diketahui, ekonomi di Natuna hingga saat ini masih digerakkan pemerintah. Belum terlihat adanya penopang ekonomi masyarakat dari sektor perusahaan indutri swasta.

Bahkan menurut wakil ketua I DPRD Natuna Hadi Candra, jika APBD Natuna mengalami defisit dari penerimaan DBH Migas, maka ekonomi akan lumpuh dan menyentuh diberbagai sektor pembangunan.

“Natuna memang memerlukan sentuhan investor, membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat. Jika APBD defisit, dampaknya sangat luas,” ungkap Candra.

Dikatakan Candra, saat ini Pemerintahan Kabupaten Natuna sudah berkomitmen membuka investasi di daerah seluas luasnya. Dan menjamin kemudahan dan keamanan bagi investor.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar