Dianggap Beban, Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan Masih Minim

870
Pesona Indonesia

17052016_090951_cso_bpjs_ketenagakerjaan_5batampos.co.id – Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan masih terbilang minim jika dibanding jumlah perusahaan maupun tenaga kerja di Batam yang jumlahnya bejibun.

Di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya, beranggotakan pekerja sektor formal keanggotaannya yakni 4255 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 187.182 pekerja, sementara pekerja sektor informal hanya 6000 pekerja.

Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya, A Fauzan mengatakan hal tersebut terjadi lantaran ada anggapan bahwa iuran masih dianggap beban.

“Tingkat kesadaran masih minim,” ungkapnya.

Padahal, lanjut dia, manfaat menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan cukup besar. Misalnya saja jika terjadi resiko kecelakaan atau yang dikenal dengan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang memang tak ditanggung BPJS Kesehatan.

Ruang lingkup laka kerja ini tak hanya di tempat kerja, tapi dalam perjalan berangkat maupun pulang.

“Data kita, secara nasional ada 250 kecelakaan kerja perhari, ini akan tercover jika jadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” bebernya.

Minimnya keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan tak hanya dari kalangan pengusaha namun juga terjadi dilingkup pegawai pemerintahan padahal program kepersertaan merupakan hal yang wajib.

“Misal Disdik, masih banyak guru yang belum jadi anggota. Yang lain-lain juga,” katanya.

Untuk itu pihaknya akan meminta data pegawai ke dinas-dinas terkait dan selanjutnya akan diberi surat pemberitahuan untuk menjadi peserta.

Sementara itu Kabid Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam Sekupang, Andi Widya Leksana mengatakan anggapan masyarakat bahwa iuran BPJS adalah beban adalah keliru karena iuran tersebut menurutnya akan kembali ke anggota.

“Bukan beban sebenarnya tapi ini investasi. Kalau kecelakaan, hari tua akan kembali ke anggota juga,”pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar