Jelang Puncak Mudik Diperkirakan Terjadi Penumpukan Penumpang di Anambas

579
Pesona Indonesia
KM Bukit Raya saat berlabuh di Selat Lampa. foto:dok
KM Bukit Raya saat berlabuh di Selat Lampa. foto:dok

batampos.co.id – Diperkirakan akan terjadi penumpukan pemudik di Kabupaten Kepulauan Anambas jelang puncak mudik. Pasalnya jadwal feri tidak lancar. Seharusnya pada hari Rabu (29/6), ada jadwal keberangkatan feri dari Tanjungpinang-Anambas tapi ditunda karena ada gangguan teknis. Oleh karenanya pada hari Kamis (30/6), sudah pasti tidak ada keberangkatan dari Anambas-Tanjungpinang.

Sementara itu tiket sudah terjual habis bahkan masih banyak calon penumpang yang lain belum mendapatkan tiket yang membutuhkan pelayanan transportasi. Ditambah lagi kapal Palayaran Nasional (Pelni) yakni KM Bukit Raya yang biasanya membantu melayani masyarakat Anambas untuk mudik kini berubah jadwal. Kapal tersebut mengangkut penumpang dari Kota Pontianak langsung menuju ke Surabaya dan tidak singgah di Pelabuhan Tarempa.

“Jujur saja bang saya belum beli tiket kapal feri, prediksi saya kapal akan beroperasi normal,” kata Safjoni salah satu pegawai yang bekerja di lingkungan Pemkab Anambas, Rabu (29/6) pagi.

Ia menjelaskan, sebelumnya ia merencanakan berangkat mudik bersama keluarga pada hari Sabtu (2/7) mendatang. Tapi karena pada Haru Rabu (29/6) tidak ada pelayaran, maka dikhawatirkan akan ada perubahan jadwal.

“Jadwal yang tertera di papan pengumuman di loket tiket yakni kapal feri berangkat dari Tanjungpinang menuju Anambas hari Rabu, sedangkan berangkat dari Anambas hari Kamis menuju Tanjungpinang. Dengan adanya terjadi kerusakan terhadap kapal tersebut maka perubahan jadwal keberangkat tentu akan berubah lagi,” jelasnya.

Katanya, tiket yang dijual oleh agen sebelumnya, ludes terjual diserbu pemudik. Saat mengantri pembelian tiket, sempat ada adu mulut sesama pemudik ingin saling mendapatkan tiket. Karena tiket sangatlah terbatas, maka hingga saat ini ia dan keluarga belum memiliki tiket. “Kami yang ikut antri saja tidak dapat tiket, apalagi yang tidak ikut. Masih banyak lagi pemudik yang lainnya.

Terpisah, pemudik lainnya, Naharudin mengatakan saat ini ia hanya dapat pasrah dan juga berharap kepada pemerintah daerah harus cepat tanggap menyikapi persoalan yang dialami masyarakat yang membutuhkan pelayanan transportasi. Hingga saat ini belum ada tindakan apapun yang terlihat di buat oleh Pemkab Anambas. “Kita berharap pemerintah serius mengatasi hal ini karena transportasi juga merupakan kebutuhan yang mendasar,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Wakil Bupati Wan Zuhendra saat ditemui mengatakan, ia juga telah mendapat informasi tersebut dan ia bersama Bupati masih memikirkan untuk mencari solusi agar para pemudik itu dapat terakomodir. “Ini yang sedang kita pikirkan,” ungkapnya singkat. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar