Kejati Kepri Tetapkan Tiga Tersangka Baru Dugaan Korupsi Dana Bansos Batam

1566
Pesona Indonesia
Wakil Kepala Kejati Kepri, Asri Agung (kiri) didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Rahmat, saat mengumumkan tersangka baru kasus Bansos Batam, Rabu (29/6/2016). Foto: istimewa
Wakil Kepala Kejati Kepri, Asri Agung (kiri) didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Rahmat, saat mengumumkan tersangka baru kasus Bansos Batam, Rabu (29/6/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menetapkan tiga orang tersangka baru kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Kota Batam tahun 2011-2012. Dengan begitu, total tersangka dalam kasus ini sudah enam orang.

Ketiga tersangka baru ini adalah:

  1. JNK, Ketua umum Badan Musyawarah Guru (BMG) TPQ Kota Batam.
  2. HS, mantan Kasubag Bansos yang bertugas sebagai verifikator penerima dana instensif guru TPQ.
  3. Jd, yang sebelumnya menjabat Kabag Kesra Kota Batam.

BACA: Dikucurkan Rp 66 Miliar, Baru Rp 7 Miliar Dana Bansos Diselidik, Sisanya Menyusul

Wakil Kepala Kejati Kepri, Asri Agung, mengatakan ketiga tersangka diduga terlibat dalam korupsi bansos khusus untuk anggaran insentif guru TPQ atau guru mengaji se-Kota Batam. Modusnya, mereka diduga menggelembungkan (mark up) jumlah guru TPQ penerima insentif dari dana bansos.

“Mereka memberikan dana insentif itu tidak sesuai aturan atau kriteria penerima,” ujar Asri Agung yang didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Rahmat, di kantornya, Rabu (29/6/2016).

Baca Juga: Calon Tersangka Baru Kasus Bansos dari Disdik dan Biro Kesra Batam

Berdasarkan data dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, jumlah guru TPQ se-Kota Batam yang berhak menerima insentif sebanyak 1.000 orang. Namun jumlah tersebut digelembungkan menjadi sekitar 3.500 orang.

“Dari 3.500 orang guru TPQ, yang berhak menerima sekitar 1.000 orang. Dan per orang menerima Rp 1,8 juta per tahun,” kata Asri.

Dana insentif tersebut diserahkan setiap enam bulan sekali. Dengan kata lain, setiap enam bulan, mereka menerima dana insentif sebesar Rp 900 ribu.

Jika mengacu data dari Kemenag Kota Batam, seharusnya dana insentif untuk guru TPQ se-Kota Batam sebesar Rp 1,8 miliar per tahun. Angka ini diperoleh dari 1.000 guru TPQ x Rp 1,8 juta dan insentif per tahun.

Namun nyatanya, pada tahun 2011-2012 lalu dana insentif guru TPQ Kota Batam mencapai Rp 6,4 miliar per tahun. Ini karena ada mark up jumlah guru TPQ sebanyak 2.500 orang. Sehingga terjadi potensi kerugian negara sekitar Rp 4,6 miliar per tahun.

Baca Juga:
> Disebut Terlibat Korupsi Bansos, Agussahiman: Saya Siap Diperiksa
> Kejati Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Bansos Batam

Asri menambahkan, pihaknya akan terus melakukan penyidikan kasus ini. Dia menduga ada pihak-pihak lain ikut menikmati aliran dana bansos dari anggaran insentif guru ngaji ini.

“Tidak menutup kemungkinan tersangka dalam kasus ini akan bertambah. Tergantung hasil penyidikan yang hingga saat ini terus didalami,” ucap Asri.

Ketiga tersangka, terang Asri, dijerat dengan pasal 2, pasal 3 atau pasal 9 Undang Undang Nomor 31 jo UU Nomor 20 tahun 2011 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1.

“Mereka diancam hukuman di atas sembilan tahun penjara,” UJAR aSRI.

Sebelumnya, Kejati Kepri telah menetapkan tiga tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi dana bansos Kota Batam ini. Ketiganya:

  1. Aris Hardy Halim, mantan Ketua Persatuan Sepakbola (PS) Batam.
  2. KHairul, mantan Kabag Keungan Pemko Batam.
  3. Rustam Sinaga yang merupakan mantan manajer di PS Batam.

Kejati Kepri sesumbar, jumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bansos Pemko Batam anggaran 2011-2012 akan terus bertambah. Sebab Kejati akan menelisik aliran dana bansos tersebut di masing-masing pembagi atau penyalur dan penerima dana.

Dana bansos sebesar Rp 66 miliar pada tahun anggaran 2011-2012 disalurkan melalui sejumlah dinas dan satuan kerja di Pemko Batam. Seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan UKM, dan masih banyak lagi. (osias)

Respon Anda?

komentar