Kota Siak Sri Indrapura Menyongsong World Environment Day 2016

1052
Pesona Indonesia

siakbatampos.co.id – Kota Siak Sri Indrapura dipercaya menjadi tuan rumah hari lingkungan hidup se dunia atau World Environment Day (WED) 2016.

Kota Siak termasuk salah satu kota lama di Provinsi Riau. Kota ini pernah menjadi pusat kerajaan Siak, yang pernah bertahta selama lebih dari dua abad, sebelum akhirnya menyatakan bergabung dengan Pemerintah Republik Indonesia sesaat setelah proklamasi kemerdekaan tahun 1945.

Siak Sri Indrapura merupakan pusat pemerintahan kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kota ini pernah meraih piala Adipura sebagai kota kecil Terbersih tingkat Nasional.

Siak kini menjadi salah satu Kabupaten terkaya di Provinsi Riau. Ia juga pernah dinobatkan sebagai Kabupaten hasil pemekaran yang berhasil di Indonesia. Selain kekayaan alam berupa minyak bumi dan hasil perkebunan, Siak juga memiliki berbagai potensi lain, salah satunya dari sektor wisata.

Kota Siak dilintasi oleh satu dari empat sungai terbesar di Riau, yakni Sungai Siak. Sungai ini juga sering disebut sebagai sungai terdalam di Indonesia. Bagi yang berkunjung ke kota ini, akan disuguhkan keindahan perkotaan kecil yang asri, sambil ditemani pemandangan sungai yang dilintasi kapal-kapal kecil hingga besar lintas Negara.

Di sepanjang aliran sungai kota Siak, kini sudah ada pembatas untuk mencegah abrasi. Masyarakat tempatan menyebutnya sebagai turap. Dibuat dengan kokoh dan indah, siapapun yang datang ke Siak, bisa berdiri di tepian turap dan menikmati keindahan sungai dengan aliran permukaan yang tenang.

Infrastruktur jalan di kota Siak juga halus mulus. Tercatat sebagai daerah yang baru berusia 17 tahun hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis, tata kota di Siak terbilang sangat rapi. Jalan-jalan dibangun dengan sangat lebar dan setiap sudut kota dipenuhi taman-taman yang indah.

Selain menyajikan wisata pemandangan Sungai, kota Siak juga memiliki jembatan penghubung yang begitu indah. Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah ini, dibangun murni dengan dana APBD. Di atas jembatan ini ada restoran dengan fasilitas lift yang bisa membawa pengunjung ke atasnya.

Kota Siak sendiri menyimpan banyak situs bersejarah. Selain peninggalan bersejarah Istana Siak, juga masih ditemukan Masjid Raya peninggalan Sultan, hingga makam-makam Sultan dan keluarganya.

Selain itu juga ada situs kelenteng yang berusia ratusan tahun, di perkampungan kota Lama. Lokasi yang berada di tepian Sungai Siak ini, semakin indah dengan pemandangan rumah-rumah dan pertokoan berwarna khas merah.

Masyarakat Siak juga dikenal dengan keramahannya pada tamu yang datang. Mayoritas penduduk kota ini muslim dan hidup dengan kultur budaya melayu yang sangat kental.

”Kami menyambut para tamu yang akan menghadiri acara hari lingkungan hidup, dengan tangan terbuka dan hati gembira. Semoga nantinya berkesan selama berada di Siak,” kata Bupati Siak, Syamsuar.

Kini Siak yang cantik semakin dipercantik jelang hari puncak WED 2016. Panitia lokal terus menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, termasuk juga membenahi fasilitas publik seperti parkir dan toilet umum.

Dijadwalkan hari ini, Kamis (30/6), tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akan menggelar rapat dengan panitia di Kabupaten Siak.(afz/jpg)

Respon Anda?

komentar