Lahan Daratan Terbatas, Bangun Rumah Diatas Batu Jadi Pilihan

1047
Pesona Indonesia
Tarempa, Anambas.
Tarempa, Anambas.

batampos.co.id – Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kepulauan Anambas tergolong tinggi. Namun tingginya pertumbuhan itu tidak diimbangi dengan lahan yang tersedia khususnya di wilayah Kota Tarempa dan sekitarnya.

Lahan yang ada di kota Tarempa sangat terbatas. Sehingga rumah warga yang ada di kota kecil itu tampak sangat padat antara rumah satu dengan rumah yang lain. Sebagian warga memilih membangun rumah di atas pantai dengan mendirikan rumah panggung yang terbuat dari kayu. Namun sebagian lainnya memilih membangun rumah di atas batu.

Contohnya rumah warga yang ada di Kampung Baru, tepatnya dialiran Sungai Sugi yang berada di bawah bukit. Solahudin salah satu warga Kampung Baru RT3 RW 2, Tarempa, Kecamatan Siantan. Ia membangun rumah di atas batu sebagai satu pilihan karena tidak memiliki lahan lain.

Solahudin mengatakan, lahan yang digunakan sebagian warga adalah lahan yag diwakafkan dari pemerintah. Hal ini sudah berlangsung lama. Ia menambahkan untuk memiliki lahan dari tanah lokasinya cukup jauh dan harga tanah terbilang mahal. “Kalau saya tidak mampu membeli tanah, sebab harganya mahal belum lagi jauh,” ucapnya.

Ketika ditanya akibat atau resiko yang bakalan terjadi, seperti bencana longsor atau banjir, ia mengatakan tidak merasa cemas sebab hal ini sudah berlangsung lama. “Kami tinggal di sini sudah lama, belum pernah ada kejadian seperti yang dikwatirkan,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan oleh warga lain yakni Azid. Menurutnya bangunan yang didirikan warga diatas batu belum ada yang mengeluh tentang letak rumah mereka atau ada rasa kuatir potensi tanah longsor. Sejak dari tahun 1997 ia bermukim di sana belum ada kejadian yang tidak diinginkan seluruh warga sekitar.

“Say berharap kepada pemerintah daerah agar dapat mengeluarkan izin kepemilikan lahan atau rumah yang dibangun secara resmi dan sah, sebab rumah ynag dibangun sudah berlangsung lama,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar