Meski Mahal, Daging Sapi Lokal Ludes Dalam 2 Jam

437
Pesona Indonesia
Daging sapi. Foto: istimewa
Daging sapi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Daging beku impor dari Australia dan Selandia Baru yang mulai banyak beredar di pasar Batam, masih belum diminati warga. Meski harga daging beku Rp 80 ribu per kilogram (kg), warga lebih memilih membeli daging sapi lokal dengan harga Rp 130 ribu per kg.

Asep, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Fanindo Batuaji menuturkan, daging segar paling diminati konsumennya. Tidak sampai dua jam sudah habis terjual. Berbeda dengan daging sapi beku, meski sudah dijual murah hingga malam, tetap masih ada yang tersisa.

“Kalau mau cari daging segar ya pagi, buka pukul 07.00 WIB, paling lama pukul 09.00 sudah habis terjual, ujar Asep, kemarin.

Menurutnya, daging sapi segar ini banyak dipilih karena lebih segar dan kualitasnya lebih baik dibandingkan daging beku. “Meski sudah ditawarin dengan harga murah, tetap mereka nyarinya daging segar yang harganya hampir dua kali lipat dari daging sapi beku,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan Anton, pedagang daging lainnya. Menurutnya, meskipun sudah banyak pihak yang memfasilitasi penjualan daging sapi beku impor, namun daging lokal tetap paling diminati. “Masyarakat masih lebih memilih sapi lokal kok, yang lebih segar,” ucapnya.

Menurut Anton, rata-rata sehari ia bisa menjual 60-80 kilogram daging segar. Sedangkan untuk daging sapi impor hanya berkisar 50-60 kilogram saja. Banyaknya daging impor ini juga belum mempengarui harga daging sapi lokal yang berputar di angka Rp 120-130 per kg.

Dwi, warga Kota Mas, Marina mengaku tidak keberatan lebih memilih daging sapi lokal yang lebih mahal ketimbang daging beku. “Belum pernah beli daging beku. Ya waspada aja. Kalau sapi lokal kan masih segar karena baru dipotong,” sebut Dwi. (rng)

Respon Anda?

komentar