Nilai Anak Tak Cukup Diterima Sekolah Negeri, Ibu-Ibu Ini Curhat ke Walikota

664
Pesona Indonesia
Orang Tua Siswa Datangi Pemko
Orang Tua Siswa Datangi Pemko

batampos.co.id – Puluhan orang tua murid yang tinggal di daerah Batuaji dan sekitarnya mendatangi Kantor Pemko Batam, Rabu (29/6). Mereka berharap agar Walikota bisa mencari solusi agar anak-anak mereka bisa tetap bersekolah. Sebab, di sekolah negeri disekitar tempat tinggal, anak-anak mereka ditolak.

Lina, warga Perumahan Aviari Batuaji sengaja datang ke Pemko Batam bersama puluhan orang tua calon siswa lainnya. Sebab, saat mendatangi Dinas Pendidikan mereka tak mendapat jalan keluar atas masalah yang telah disampaikan. Bahkan, mereka diusir oleh polisi saat ingin tetap bertahan di Dinas Pendidikan di Sekupang.

“Kami hanya ingin anak-anak kami bersekolah. Sebab, tiga sekolah negeri yang ada di dekat rumah menolak anak kami. Kemarin di Dinas Pendidikan tak ada jalan keluar, bahkan kami diusir, disini kami minta solusi dari Walikota Batam,” terang perempuan berambut panjang ini.

Ia mengakui jika nilai anaknya tidak masuk ke dalam standar penerimaan siswa baru. Namun, untuk kouta sekitar tempat tinggal seharusnya anak Lina bisa diterima, apalagi ia termasuk orang kurang mampu.

“Nilai standar 7, sementara nilai anak saya 5,5. Saya bukannya memaksakan anak untuk diterima di negeri, tapi untuk di swasta saya tak punya biaya, mahal. Suami saya hanya pekerja serabutan,” terang Lina.

Hal yang sama juga dikatakan Bincar. Wanita berusia 40 tahun ini berharap agar anaknya tetap masuk negeri meski hanya memiliki nilai 4,5. Sebab, ia tak akan sanggup membiayai anak keduanya untuk bersekolah di swasta, karena menganggap biaya sekolah mahal.

“Anak pertama saya sekolah di swasta dan biaya perbulannya saja sering telat dan tak mungkin anak kedua saya juga sekolah di swasta, mau bayar pakai apa. Untuk makan saja kami susah,” imbuh Bincar.

Dua jam menunggu, akhirnya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menemui puluhan orang tua calon siswa di lantai 5 Pemko Batam. Para orang tua langsung mengadu tentang keluh kesah mereka terhadap masa depan anak-anak mereka. Apalagi nilai anak mereka dibawah standar penerimaan sekolah negeri.

“Sekarang ibu-ibu pulang dulu, besok (hari ini, red) balik lagi. Kita cari jalan keluarnya besok, jam 9 temui saya,” terang Rudi.

Rudi berharap agar kedatangan para orang tua ke Pemko tidak memakai jasa calo. Ia akan mencari jalan keluar dengan mengundang Kepala Dinas Pendidikan, Muslin Bidin dan Kepala Sekolah di sekitar tempat tinggal ibu-ibu tersebut. Namun di sisi lain Rudi belum menjamin mereka diterima.

“Silahkan bawa KK (kartu keluarga) masing-masing, besok (hari ini) akan ada solusinya. Jangan pakai calo, karena saya tak ingin dengar ada uang-uang yang diminta untuk ini,” tegas Rudi.

Sesuai Petunjuk dan teknis Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) tahun ajaran 2016-2017 kuota untuk tiga sekolah yang di tuju memang sedikit sementara pendaftar membeludak. Di SMAN 5 daya tampung hanya untuk 324 anak didik. Di SMAN 17 menerima 160 peserta didik dan untuk SMAN 19 hanya 108 peserta didik saja.(she)

Respon Anda?

komentar