Salut, Wanita Ini Memohon Pembebasan Untuk Pria yang Menembaknya

495
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Emosi yang tak terbendung, membuat oknum kepolisian dari Polda Kepri, Yondrialis, menyandang status terdakwa saat ini. Sidang terhadapnya digelar kemarin, Rabu (29/6) di Pengadilan Negeri Batam.

Saksi yang dihadirkan Jakasa Penuntut Umum (JPU) Rumondang, yakni saksi korban yang merupakan pacar terdakwa, Marsaulina Situngkir. Disebutkan saksi, bahwa dirinya mengalami luka tembak pada bagian tangan kanannya, akibat ia menolak lamaran dari terdakwa.

“Saya sudah pacaran dengannya (terdakwa) sekitar 1,5 tahun. Tapi setelah selama itu, saya baru tahu kalau terdakwa sudah mempunyai istri dan anak, makanya saya berusaha menjauhinya karena dia ngotot ingin menikahi saya,” ujar saksi.

Lanjutnya, selama beberapa bulan berselang ia bisa menghindari terdakwa dengan tidak melayani telepon maupun sms dari terdakwa. Bahkan saksi juga bisa tidak bertemu dengan terdakwa. Hal itulah yang membuat terdakwa beraksi nekad.

“Waktu itu (1/4) lalu, malam-malam terdakwa langsung ke kos saya dan menggedor keras. Saya diancamnya hingga membuat saya takut, dan akhirnya saya bukakan pintu,” cerita saksi.

Usai memasuki kamar kos, sambungnya, terdakwa mendorong saya hingga terjatuh. “Terdakwa bergegas mengisi pistolnya dengan peluru dan menodongkan ke tangan saya yang sedang menutupi wajah karena takut,” terangnya.

Dengan kata-kata penuh amarah, terdakwa tanpa ragu menekan pelatuk pistol hingga timah panas tertanam dalam tangan kanan saksi korban. “Tapi terdakwa seperti tersadar. Dia menangis meminta maaf kepada saya dan langsung membawa saya ke Rumah Sakit Harapan Bunda,” ungkap saksi.

Dihujung kesaksiannya, Marsaulina ini malah mengajukan permohonan kepada majelis hakim yang dipimpin hakim Zulkifli. “Mohon bebaskan terdakwa yang mulia, karena kami sudah berdamai. Dia baik sekali, itu yang membuat saya masih mencintainya,” pinta saksi yang mengundang riuh tawa di ruang sidang saat itu.

Terdakwa Yondrialis turut membenarkan pemaparan saksi dan mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut. “Benar yang disampaikan saksi yang mulia, saya sangat menyesal. Khilaf saya yang mulia,” tuturnya tertunduk malu.

Diagendakan, dua pekan kedepan terdakwa menjalani sidang dengan agenda tuntutan. “Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sesuai pasal 354 ayat (1) KUHP, subsidair pasal 351 ayat (2) KUHP, lebih subsidair pasal 351 ayat (1) KUHP. Ancamannya, maksimal lima tahun penjara,” sebut JPU Rumondang diluar persidangan. (cr15)

Respon Anda?

komentar