Ini Skenario Pemko Batam Atasi Lautan Sampah Jika Pasukan Kuning Mogok

1184
Pesona Indonesia
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Amsakar mengaku sudah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengatasi penumpukan sampah. Salah satunya dengan menyiapkan task force atau gugus tugas jika petugas kebersihan benar-benar mogok kerja.

“Kami sudah bicara dengan camat dan lurah. Saya sampaikan bahwa tradisi tahunan sampah saat Lebaran pasti numpuk. Dan kelihatannya sekarang akan lebih numpuk lagi. Maka dibentuk task force. Kita ajak RT RW berpartisipasi,” jelas Amasakar.

BACA: Batam Bakal Jadi Lautan Sampah, Pasukan Kuning Mogok

Skenario lainnya, Pemko Batam akan rekrut petugas baru. Dan untuk sementara waktu, proses pengangkutan sampah akan mengerahkan pegawai Pemerintah Kota Batam.

“Kalau tak akan angkat sampah, biarlah pegawai yang angkat. Kemudian kita rekrut yang baru, yang bersedia digaji 12 bulan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pasukan Kuning usai berorasi di depan kantor Wali Kota Batam, bergeser ke kantor DPRD Batam.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam Jurado Siburian yang menemui pendemo mengatakan, annggaran THR petugas kebersihan sebenarnya sudah dianggarkan. Namun anggaran itu ditolak Pemprov Kepri karena alasan rasionalisasi anggaran.

“Kita mendukung perjuangan bapak dan ibu untuk mendapatkan THR. Namun tim dari provinsi mencoret dengan landasan hukum Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menyebutkan itu,” ujar Jurando.

Anggota Komisi III DPRD Batam lainnya, Dandis Rajagukguk mengaku akan menyampaikan kembali masalah ini dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2016 nanti.

“Sebenarnya inilah yang menjadi permasalahannya. Kenapa tahun ini tak ada THR,” tutur Dandis.

Sementara itu, aksi mogok kerja petugas kebersihan ini menyebabkan sampah menumpuk dan berserakan di sejumlah lokasi di wilayah Sagulung dan Batuaji, Kamis (30/6/2016). Pantauan di lapangan tumpukan sampah terlihat di TPS Fanindo, TPS simpang Base Camp, dan TPS Simpang Nato.

“Biasanya pagi-pagi petugas kebersihan sudah mulai bekerja, tapi pagi ini tidak terlihat,” ujar Maryana, seorang pemulung di TPS Fanindo Batuaji, Kamis (30/6/2016).

Menurut Maryana sampah di lokasi tersebut sangat cepat menumpuk, apa lagi saat Ramadan. “Satu hari saja sudah berserakan,” katanya.

Sebelumnya, Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam, Yudi Admaji mengatakan memang saat ini petugas tidak ada yang bekerja karena sedang melakukan aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Batam. Mereka menuntut pembayaran THR. (she/rng/cr13/cr14)

Respon Anda?

komentar