Ini Isi Pesan Ibu Korban Pembunuhan Geng Motor

1726
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: pixabay
Ilustrasi. Foto: pixabay

batampos.co.id – Keluarga besar Laode Agus Tamin, 26 korban penikaman dari kelompok geng motor di depan ruko Tunas Regency, Sagulung, Selasa (28/6) lalu, berharap agar polisi segera menangkap para pelaku penikaman Laode. Kelurga tak terima jika kematian Laode sia-sia dan para pelaku tetap bebas berkeliaran di luar.

baca juga : Mabuk-mabukan, Geng Motor Tikam Pekerja Kapal

Ditemui di rumah duka di keveling Bahagia, Kaveling Lama, Sagulung, keluarga besar Laode tampak cemas. Mereka semua terus menanti kabar baik dari kepolisian.

Laode Jasmin dan Laode Ardiamin dua kakak korban bersama Harifah ibu mereka tampak murung dalam suasana duka yang mendalam. Mata Harifah masih tampak bengkak. Awak media yang menanyakan kelanjutan kasus kematian sang anak, hanya dibalas dengan deraian air mata. “Iya nak, belum ada kabar lagi dari polisi,” kata Harifah kepada awak media.

Dengan tatapan mata yang dalam, Harifah hanya bisa mengutarakan keinginanya agar pelaku pembunuh putra bungsunya itu segera ditangkap dan diadili seadil-adilnya oleh aparat penegak hukum. “Itu aja harapan ibu,” kata dalam tangisan.

Hal senada juga keluar dari mulut Laode Jasmin dan Laode Ardiamin dua kakak korban. Mereka menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan sang adik ke pihak kepolisian.”Kami percaya pada polisi untuk ungkap kasus ini secepatnya,” kata Laode Jasmin.

Dijelaskan Jasmin, kematian adik bungsungnya memang sudah dikhlaskan pihak keluarga dan jenazah sang adik sudah dimakamkan di pemakaman umum Seitamiang, namun keluarga tetap berharap agar polisi secepatnya menangkap para pelaku pembunuhan adiknya.”Siapapun mereka (pelaku) harus ditangkap, agar adik kami tak meninggal sia-sia,” tuturnya.

Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan mengaku masih terus memburu para pelaku. Dia tetap berharap agar keluarga korban bersabar sebab sampai saat ini anggotanya masih terus bekerja untuk melacak dan memburu para pelaku.

Sebelumnya, Laode Agus Tamin bersama empat rekan sebayanya yang sedang lari pagi di depan ruko Tunas Regency mendadak ditariakin kata-kata kotor oleh enam orang pria yang berboncengan dengan dua sepeda motor. Tariakan kata-kata kotor itu dibalas oleh kelompok Laode Agus, sehingga terjadilah keributan yang berujung pada aksi pengeroyokan. Perkelahian yang tak seimbang itu membuat Laode tumbang bersimbah darah karena dua tikaman senjata tajam di lambung dan punggungnya. Laode Agus sempat dilarikan ke RSUD Embung Fatimah, namun nyawanya tak tertolong lagi. (eja)

Respon Anda?

komentar